PT SMI dan GREI Teken Pembiayaan Rp125 Miliar untuk Pengembangan PLTS
PT SMI dan GREI Teken Pembiayaan Rp125 Miliar untuk Pengembangan PLTS

PT SMI dan GREI Teken Pembiayaan Rp125 Miliar untuk Pengembangan PLTS

LintasWarganet.com – 24 Mei 2026 | PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dan PT Greenroof Energy Indonesia (GREI) menandatangani perjanjian pembiayaan investasi senilai Rp125 miliar untuk memperluas jaringan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia. Kesepakatan ini diharapkan mempercepat realisasi proyek energi terbarukan yang selaras dengan target dekarbonisasi nasional.

Berikut rincian utama dari perjanjian tersebut:

  • Jumlah pembiayaan: Rp125 miliar.
  • Pihak pemberi dana: PT SMI, lembaga pembiayaan infrastruktur milik negara.
  • Pihak penerima dana: GREI, perusahaan yang fokus pada pengembangan PLTS.
  • Tujuan penggunaan dana: Pengadaan lahan, instalasi panel surya, jaringan distribusi, serta pemeliharaan operasional awal.
  • Jadwal pelaksanaan: Proyek akan dimulai pada kuartal ketiga 2026 dengan target penyelesaian fase pertama pada akhir 2027.

Perjanjian ini mencakup beberapa komponen penting:

Komponen Rincian
Skema pembiayaan Pinjaman jangka panjang dengan tenor 7 tahun, bunga kompetitif, dan grace period selama 1 tahun.
Jaminan Jaminan aset proyek dan dukungan pemerintah daerah.
Risiko Asuransi produksi energi dan fluktuasi tarif listrik.

Direktur PT SMI, Budi Santoso, menyatakan bahwa pembiayaan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan hingga 23,5 GW pada tahun 2030. Sementara itu, CEO GREI, Rina Wijaya, menegaskan komitmen perusahaan untuk mengoptimalkan teknologi panel surya berdaya tinggi serta mengintegrasikan sistem penyimpanan energi guna menjamin stabilitas pasokan listrik.

Pengembangan PLTS ini tidak hanya akan menambah kapasitas listrik nasional, tetapi juga menciptakan lapangan kerja di sektor konstruksi, teknik, dan operasional. Dampak lingkungan yang diharapkan meliputi pengurangan emisi COâ‚‚ sebesar sekitar 150.000 ton per tahun, setara dengan penanaman lebih dari 2,5 juta pohon.

Dengan dukungan finansial yang kuat, proyek ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara lembaga pembiayaan publik dan pemain swasta dalam mengakselerasi transisi energi hijau di Indonesia.