PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk Siap Gandeng Proyek WtE Gelombang II di Tengah Penurunan IHSG
PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk Siap Gandeng Proyek WtE Gelombang II di Tengah Penurunan IHSG

PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk Siap Gandeng Proyek WtE Gelombang II di Tengah Penurunan IHSG

LintasWarganet.com – 24 Mei 2026 | PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (ABHI) menegaskan komitmen strategisnya dalam mengembangkan energi terbarukan dengan menjadi salah satu calon mitra dalam proyek Waste‑to‑Energy (WtE) gelombang II yang dikelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Keputusan ini diumumkan pada akhir Mei 2026 bersamaan dengan pengungkapan 85 entitas yang masuk Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) untuk fase kedua proyek WtE tersebut.

Proyek Waste‑to‑Energy Danantara Gelombang II

Proyek WtE Danantara bertujuan mengubah limbah menjadi sumber energi listrik yang dapat diintegrasikan ke jaringan PLN. Anak perusahaan SWF nasional, Danantara Investment Management (DIM), menjadi pengelola utama proyek yang melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk perusahaan energi, utilitas, dan investor institusi. ABHI, bersama tiga emiten lainnya, dipilih sebagai calon mitra operasional yang akan menggarap instalasi pembangkit, mengelola rantai pasok bahan baku limbah, serta mengoptimalkan konversi energi.

Jika terpilih, ABHI akan berperan dalam fase konstruksi dan operasional, memanfaatkan portofolio aset hijau serta pengalaman dalam manajemen proyek infrastruktur. Keterlibatan ini diharapkan memperkuat posisi ABHI sebagai pemain utama dalam ekonomi sirkular Indonesia, sekaligus mendukung target pemerintah untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional.

Kinerja Saham di Tengah Penurunan IHSG

Pada minggu 18‑22 Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 8,35 persen, menyentuh level 6.162,04. Penurunan tersebut diikuti oleh penurunan kapitalisasi pasar BEI sebesar 10,07 persen. Meskipun pasar secara keseluruhan berada dalam tekanan, beberapa saham energi terbarukan, termasuk ABHI, menunjukkan pergerakan relatif stabil dibandingkan dengan saham-saham lain yang masuk dalam daftar top losers.

Data Bursa Efek Indonesia mencatat rata‑rata nilai transaksi harian meningkat 15,68 persen, mengindikasikan adanya pergeseran minat investor ke sektor-sektor yang dipandang memiliki prospek jangka panjang, khususnya energi hijau. ABHI, yang memiliki likuiditas cukup baik, tidak termasuk dalam 10 saham terburuk minggu tersebut, menandakan kepercayaan pasar terhadap rencana ekspansi energi bersihnya.

Prospek Investasi Hijau dan Dampak Ekonomi

Partisipasi ABHI dalam proyek WtE gelombang II diyakini dapat membuka aliran pendapatan baru melalui penjualan listrik serta kredit karbon. Selain itu, proyek ini berpotensi menciptakan lapangan kerja di daerah‑daerah penempatan instalasi, memperkuat ekosistem pengelolaan limbah, dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Secara makro, pemerintah Indonesia menargetkan pencapaian 23 persen energi terbarukan dalam bauran energi pada tahun 2025. Keterlibatan perusahaan domestik seperti ABHI dalam proyek skala nasional mempercepat realisasi target tersebut, sekaligus menambah nilai tambah bagi investor institusional yang semakin mengutamakan kriteria ESG (Environmental, Social, Governance).

Analisis internal perusahaan menunjukkan bahwa investasi awal dalam infrastruktur WtE dapat memberikan tingkat pengembalian (IRR) antara 12‑15 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan proyek energi fosil tradisional. Kombinasi antara dukungan kebijakan, insentif fiskal, dan permintaan listrik yang terus meningkat menambah daya tarik finansial bagi ABHI.

Strategi Korporasi ke Depan

ABHI mengumumkan rencana penguatan struktur keuangan melalui penerbitan obligasi hijau dan penambahan ekuitas dari investor strategis. Langkah ini diharapkan meningkatkan kapasitas pembiayaan proyek WtE serta memperluas portofolio aset ramah lingkungan. Manajemen perusahaan juga menekankan pentingnya transparansi pelaporan ESG, dengan target publikasi laporan tahunan yang memuat metrik emisi, efisiensi energi, dan dampak sosial.

Dengan posisi sebagai calon mitra proyek WtE Danantara, ABHI menyiapkan tim khusus yang akan mengawasi pelaksanaan teknis, manajemen risiko, serta hubungan dengan regulator. Pendekatan holistik ini diharapkan menjamin keberlanjutan operasional serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Secara keseluruhan, meskipun pasar saham Indonesia sedang mengalami koreksi tajam, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk tetap meneguhkan strategi pertumbuhan berbasis energi terbarukan. Keberhasilan dalam proyek Waste‑to‑Energy gelombang II dapat menjadi katalisator utama bagi pemulihan nilai saham serta kontribusi signifikan terhadap agenda ekonomi hijau nasional.