Program MBG Produksi 6 Juta Liter Minyak Jelantah per Bulan untuk Bioavtur Pertamina

LintasWarganet.com – 08 Mei 2026 | Program Mengolah Bahan Guna (MBG) yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama mitra industri kini berhasil memproduksi sekitar enam juta liter minyak jelantah setiap bulan. Minyak bekas memasak ini diproses menjadi bahan bakar avtur (bioavtur) yang dapat digunakan oleh Pertamina untuk mendukung penerbangan ramah lingkungan.

Skala Produksi dan Proses Pengolahan

Setiap bulan, jaringan kolektor MBG mengumpulkan minyak jelantah dari restoran, hotel, dan fasilitas industri makanan di seluruh Indonesia. Proses pengolahan meliputi:

  • Penyaringan dan penghilangan kotoran mekanik.
  • Degumming untuk menghilangkan fosfolipid.
  • Transesterifikasi dengan katalis berbasis basa untuk menghasilkan biodiesel (bioavtur).
  • Distilasi akhir untuk mencapai standar kualitas avtur yang ditetapkan oleh otoritas penerbangan.

Dampak Lingkungan

Penggunaan bioavtur berbasis minyak jelantah memberikan dua keuntungan utama:

  1. Pengurangan emisi karbon dioksida hingga 20-30% dibandingkan avtur konvensional.
  2. Peningkatan nilai tambah limbah organik, sehingga mengurangi pencemaran tanah dan air.

Kerjasama dengan Pertamina

Pertamina berperan sebagai pengguna akhir dan penyedia infrastruktur distribusi. Bioavtur yang dihasilkan MBG telah diuji kelayakannya pada beberapa jenis pesawat komersial, dengan hasil performa yang sebanding dengan bahan bakar fosil.

Prospek Ke Depan

Aspek Target 2025
Volume produksi 10 juta liter per bulan
Persentase penggunaan bioavtur di armada penerbangan domestik 15%
Pengurangan total emisi CO₂ nasional 5 juta ton per tahun

Dengan dukungan kebijakan insentif dan peningkatan kapasitas pengolahan, program MBG diharapkan dapat memperluas kontribusinya terhadap sektor energi terbarukan serta membantu Indonesia mencapai target net‑zero pada tahun 2060.