Program Kemandirian Pangan Imipas Diharapkan Menjaga Stabilitas Harga dan Mengendalikan Inflasi
Program Kemandirian Pangan Imipas Diharapkan Menjaga Stabilitas Harga dan Mengendalikan Inflasi

Program Kemandirian Pangan Imipas Diharapkan Menjaga Stabilitas Harga dan Mengendalikan Inflasi

LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menegaskan bahwa program kemandirian pangan yang diluncurkan oleh Lembaga Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menahan laju inflasi. Program ini menargetkan peningkatan produksi pangan dalam negeri melalui optimalisasi lahan pertanian di wilayah penjara dan kawasan rehabilitasi, serta pemberdayaan petani lokal.

Berikut adalah beberapa poin utama dari program tersebut:

  • Peningkatan Lahan Produksi: Imipas berencana mengoptimalkan lebih dari 1.200 hektar lahan pertanian yang dimiliki di seluruh Indonesia, termasuk lahan di kompleks penjara.
  • Dukungan Input Pertanian: Penyediaan bibit unggul, pupuk organik, dan alat pertanian modern bagi petani yang bekerja sama dengan Imipas.
  • Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas: Program pelatihan teknis bagi petani dan narapidana untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
  • Pengembangan Rantai Pasok: Kerjasama dengan koperasi, pasar tradisional, dan distributor untuk memastikan hasil pertanian dapat masuk ke pasar dengan harga yang kompetitif.
  • Inovasi Pertanian Berkelanjutan: Penggunaan teknik pertanian ramah lingkungan seperti rotasi tanaman dan pertanian organik.

Target produksi utama yang ingin dicapai oleh Imipas tercantum dalam tabel berikut:

Komoditas Target Produksi 2025 (ton) Target Produksi 2027 (ton)
Padi 150.000 200.000
Jagung 80.000 110.000
Ubi Jalar 45.000 65.000
Sayuran Hijau 30.000 50.000

Dengan meningkatnya produksi dalam negeri, diharapkan ketergantungan pada impor pangan menurun, sehingga tekanan pada harga pasar dapat berkurang. Penurunan harga bahan pokok secara langsung berdampak pada penurunan laju inflasi, khususnya pada komponen makanan yang menjadi penyumbang terbesar dalam indeks inflasi.

Selain manfaat ekonomi, program ini juga memberikan peluang kerja bagi masyarakat sekitar penjara dan meningkatkan keterampilan narapidana, yang pada gilirannya dapat mempercepat proses reintegrasi sosial mereka.

Agus Andrianto menutup dengan menyatakan komitmen pemerintah untuk terus memantau pelaksanaan program, serta menyiapkan kebijakan pendukung lain yang dapat memperkuat ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi nasional.