Pramono: Komunikasi BUMD Belum Berjalan Baik karena Ego Tinggi

LintasWarganet.com – 18 April 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyoroti masalah komunikasi dan kerja sama antar lembaga, khususnya di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta. Menurutnya, hambatan utama adalah tingginya ego di kalangan pejabat yang terlibat.

Dalam sebuah pernyataan, Pramono menegaskan bahwa koordinasi yang kurang efektif dapat menghambat pelaksanaan program pembangunan yang seharusnya menjadi prioritas publik. Ia menambahkan bahwa sikap egois tidak hanya mengurangi produktivitas, tetapi juga menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.

Berikut beberapa faktor yang diidentifikasi oleh Gubernur sebagai penyebab utama rendahnya kualitas komunikasi:

  • Ego tinggi di kalangan pejabat yang mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompok.
  • Kurangnya mekanisme koordinasi yang terstandardisasi antar BUMD dan dinas terkait.
  • Ruang lingkup tugas yang tumpang tindih sehingga menimbulkan konflik kepentingan.
  • Minimnya budaya kolaborasi dan saling menghargai antar lembaga.

Pramono juga mengusulkan beberapa langkah perbaikan, antara lain:

  1. Mengadakan pelatihan manajemen konflik dan komunikasi efektif bagi pejabat BUMD.
  2. Membentuk tim lintas lembaga yang memiliki mandat jelas untuk memfasilitasi koordinasi.
  3. Menerapkan sistem evaluasi kinerja berbasis hasil kolaboratif, bukan sekadar output individu.
  4. Menggalakkan budaya kerja yang menekankan pada kepentingan publik di atas ego pribadi.

Jika langkah‑langkah tersebut diimplementasikan secara konsisten, diharapkan komunikasi antar lembaga akan meningkat, mempercepat pelaksanaan proyek‑proyek strategis, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas layanan kepada warga DKI Jakarta.

Gubernur menutup dengan harapan bahwa semua pihak dapat menurunkan ego, mengedepankan kepentingan bersama, serta berkomitmen pada transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tindakan.