Prabowo Janjikan Renovasi Seluruh Sekolah dalam 2-3 Tahun, Ungkap Saat Kunjungan ke Miangas

LintasWarganet.com – 09 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan rencana ambisius untuk merenovasi seluruh fasilitas pendidikan di Tanah Air dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung ketika beliau melakukan inspeksi di SMKN 2 Talaud, sebuah sekolah menengah kejuruan yang terletak di Pulau Miangas, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Dalam kunjungan lapangan itu, Prabowo menyoroti kondisi infrastruktur pendidikan yang masih banyak membutuhkan perbaikan, terutama di daerah‑daerah terpencil. Beliau menegaskan bahwa renovasi tidak hanya akan mencakup perbaikan bangunan fisik, melainkan juga peningkatan fasilitas belajar seperti laboratorium, perpustakaan, dan akses internet.

Rencana renovasi tersebut mencakup beberapa tahapan utama:

  • Pemetaan menyeluruh terhadap kondisi semua sekolah, termasuk data kerusakan struktural dan kebutuhan pendukung belajar.
  • Penyusunan anggaran terperinci yang melibatkan koordinasi antara Kementerian Pendidikan, Kementerian Keuangan, dan pemerintah daerah.
  • Pemilihan kontraktor melalui proses tender yang transparan untuk memastikan kualitas dan efisiensi biaya.
  • Penerapan standar bangunan ramah lingkungan dan tahan gempa sesuai dengan regulasi nasional.
  • Monitoring dan evaluasi berkala selama proses renovasi untuk memastikan target waktu tercapai.

Prabowo menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen menyalurkan dana khusus dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta mengoptimalkan penggunaan dana desa untuk mempercepat pelaksanaan proyek. Ia berharap dengan renovasi ini, kualitas pendidikan dapat meningkat secara signifikan, khususnya bagi siswa di wilayah perbatasan yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana.

Selain fokus pada infrastruktur, Presiden juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas guru melalui pelatihan berkelanjutan dan program insentif. “Sekolah yang baik tidak hanya membutuhkan bangunan yang layak, tetapi juga tenaga pengajar yang kompeten,” ujarnya.

Rencana ambisius ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi percepatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah dalam bidang pendidikan.