PLN Incar Pasar Energi Surya di Bangladesh, Rencanakan PLTS 495 MW
PLN Incar Pasar Energi Surya di Bangladesh, Rencanakan PLTS 495 MW

PLN Incar Pasar Energi Surya di Bangladesh, Rencanakan PLTS 495 MW

LintasWarganet.com – 13 Mei 2026 | Perusahaan induk PLN, melalui anak perusahaan PLN Indonesia Power, mengumumkan rencana ambisius untuk memasuki pasar energi surya Bangladesh dengan menggarap proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 495 megawatt (MW). Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas portofolio energi terbarukan sekaligus mendukung agenda transisi energi global.

Bangladesh, yang memiliki potensi sinar matahari yang melimpah, telah menjadi fokus banyak investor energi bersih. Pemerintah Bangladesh terus mendorong pengembangan energi terbarukan melalui kebijakan insentif dan target ambisius, termasuk menambah kapasitas energi surya menjadi 10 GW pada tahun 2030. Di tengah iklim investasi yang semakin menguntungkan, PLN melihat peluang untuk memperkenalkan keahlian teknis dan pengalaman operasionalnya di pasar Asia Selatan.

Proyek PLTS 495 MW akan dibagi menjadi tiga fase utama:

  • Fase I: 150 MW – diperkirakan selesai dalam dua tahun pertama, mencakup instalasi panel surya di lahan seluas sekitar 250 hektar.
  • Fase II: 200 MW – memperluas kapasitas dengan tambahan lahan dan integrasi sistem penyimpanan energi (battery storage) berkapasitas 50 MWh.
  • Fase III: 145 MW – menargetkan penyelesaian akhir proyek dengan fokus pada optimasi output dan koneksi jaringan ke jaringan listrik nasional Bangladesh.

Berikut rangkuman teknis proyek:

Fase Kapasitas (MW) Luas Lahan (ha) Fitur Tambahan
Fase I 150 250 Panel monocrystalline, infrastruktur dasar
Fase II 200 340 Battery storage 50 MWh, sistem monitoring digital
Fase III 145 210 Optimasi output, integrasi smart grid

Dengan total investasi diperkirakan mencapai US$ 650 juta, proyek ini diharapkan dapat menciptakan lebih dari 2.500 lapangan kerja langsung selama fase konstruksi dan menambah pasokan listrik bersih bagi lebih dari 1 juta rumah tangga di Bangladesh. Selain itu, proyek ini akan membantu PLN memperkuat posisi sebagai pemain utama di sektor energi terbarukan di tingkat regional.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, nama tidak disebutkan, menyatakan bahwa proyek ini tidak hanya memperluas jejak bisnis perusahaan di luar negeri, tetapi juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menurunkan intensitas karbon dan memenuhi target energi bersih pada 2060. “Kami melihat Bangladesh sebagai pasar yang sangat potensial, dengan kebijakan pemerintah yang mendukung dan kebutuhan energi yang terus meningkat,” ujar dia dalam konferensi pers virtual.

Namun, tantangan tetap ada, termasuk regulasi investasi asing, perizinan lahan, serta kebutuhan akan jaringan transmisi yang memadai. PLN berencana bekerja sama dengan mitra lokal dan lembaga keuangan internasional untuk mengatasi hambatan tersebut serta memastikan kelancaran pelaksanaan proyek.

Jika berhasil, proyek PLTS 495 MW ini akan menjadi contoh konkrit kolaborasi lintas negara dalam mempercepat transisi energi bersih, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi perusahaan energi Indonesia untuk bersaing di pasar global.