Petani Lereng Gunung Sumbing Tanam Tembakau Varietas Kemloko

LintasWarganet.com – 24 April 2026 | Petani di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, kini mulai menanam varietas tembakau Kemloko setelah mendapat dukungan langsung dari Bupati Temanggung, Agus Setyawan. Inisiatif ini merupakan bagian dari program revitalisasi pertanian daerah yang bertujuan meningkatkan pendapatan petani sekaligus memanfaatkan lahan marginal di daerah pegunungan.

Varietas Kemloko dipilih karena memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit serta menghasilkan daun tembakau dengan kualitas tinggi yang disukai pasar domestik maupun ekspor. Beberapa keunggulan utama varietas ini antara lain:

  • Waktu tanam hingga panen lebih singkat, sekitar 90-100 hari.
  • Produktivitas rata-rata mencapai 1.5 ton/ha, lebih tinggi dibandingkan varietas konvensional.
  • Toleransi terhadap kondisi tanah berpasir dan curah hujan tidak menentu.

Pelatihan teknis mengenai teknik budidaya Kemloko telah dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Temanggung bersama tim ahli agronomi. Petani diajarkan cara persiapan lahan, penanaman bibit, pemupukan organik, serta pengendalian hama secara terpadu.

Berikut rangkuman kegiatan yang dilakukan pada hari peluncuran:

Kegiatan Waktu Penanggung Jawab
Pemaparan varietas Kemloko 08.00-09.00 Bupati Agus Setyawan
Demonstrasi penanaman bibit 09.30-11.00 Tim Agronomi Dinas Pertanian
Sesi tanya jawab petani 11.30-12.30 Petani setempat

Para petani yang terlibat mengaku antusias karena harapan akan peningkatan pendapatan. Salah satu petani, Joko Prasetyo, menyatakan, “Dengan Kemloko, kami dapat menanam di lahan yang sebelumnya tidak produktif, dan hasilnya lebih menguntungkan.”

Pemerintah Kabupaten Temanggung berencana memperluas penanaman Kemloko ke 5.000 hektar dalam tiga tahun ke depan, didukung oleh penyediaan bibit, sarana irigasi, dan akses pasar melalui kerja sama dengan koperasi lokal.

Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga mengurangi tekanan pada lahan pertanian dataran rendah yang kini semakin terbatas.