Perusahaan Minyak AS Raup Keuntungan Besar dari Krisis Selat Hormuz, Keamanan Energi Tiongkok Terkuat
Perusahaan Minyak AS Raup Keuntungan Besar dari Krisis Selat Hormuz, Keamanan Energi Tiongkok Terkuat

Perusahaan Minyak AS Raup Keuntungan Besar dari Krisis Selat Hormuz, Keamanan Energi Tiongkok Terkuat

LintasWarganet.com – 11 Juni 2026 | Krisis yang melanda Selat Hormuz pada akhir 2023 memicu lonjakan harga minyak mentah dunia, menciptakan peluang keuntungan signifikan bagi perusahaan-perusahaan minyak berbasis Amerika Serikat.

Dengan berkurangnya aliran minyak lewat jalur strategis tersebut, produsen minyak Amerika yang mengandalkan produksi dalam negeri, khususnya shale, dapat menjual produk mereka dengan harga premium di pasar spot internasional. Keuntungan ini disebut sebagai keunggulan nonkompetitif, yaitu manfaat yang diperoleh bukan karena efisiensi operasional melainkan karena kondisi geopolitik yang mengubah dinamika penawaran dan permintaan.

  • ExxonMobil
  • Chevron
  • ConocoPhillips
  • Occidental Petroleum
  • Marathon Oil

Perusahaan-perusahaan tersebut mencatat peningkatan laba bersih rata‑rata sebesar 18 % pada kuartal terakhir dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Tiongkok memperkuat keamanan energi nasionalnya dengan memperluas cadangan strategis, meningkatkan investasi pada infrastruktur penyimpanan, serta menandatangani kontrak jangka panjang dengan produsen minyak di luar negeri. Kebijakan ini menjadikan posisi energi China paling stabil di antara negara‑negara konsumen utama.

Negara Laba Bersih 2023 (USD bn) Cadangan Strategis (juta barrel)
Amerika Serikat 210 70 000
China 180 190 000
Rusia 140 120 000

Meski China memiliki cadangan strategis yang lebih besar, keunggulan produksi domestik dan fleksibilitas penjualan cepat memberi perusahaan AS keuntungan jangka pendek yang signifikan. Kedepannya, para analis memperkirakan bahwa bila ketegangan di Selat Hormuz berlanjut, profitabilitas perusahaan minyak Amerika dapat terus berada pada level tinggi, sementara China akan terus menekankan diversifikasi pasokan untuk menjaga stabilitas harga dalam negeri.