Persingkat Rantai Pasok Pangan, Koperasi Merah Putih Diproyeksi Untung Rp 50 Triliun

LintasWarganet.com – 25 April 2026 | Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih memiliki peluang besar untuk meraih margin keuntungan hingga Rp 50 triliun. Target tersebut diharapkan tercapai dengan memotong panjang rantai pasok produk pangan, mulai dari petani hingga konsumen akhir.

Strategi pemendekan rantai pasok mencakup beberapa langkah kunci, antara lain:

  • Peningkatan akses petani ke pasar melalui platform digital milik koperasi.
  • Penyediaan fasilitas logistik terintegrasi yang mengurangi biaya transportasi.
  • Penguatan peran koperasi sebagai perantara langsung antara produsen dan konsumen, sehingga mengurangi perantara yang biasanya menambah markup.

Dengan mengurangi perantara, harga jual bagi konsumen dapat ditekan, sementara petani memperoleh harga yang lebih adil. Kondisi ini diharapkan menstimulus pertumbuhan volume penjualan dan meningkatkan volume transaksi harian koperasi.

Analisis internal koperasi memperkirakan bahwa peningkatan efisiensi rantai pasok dapat menambah margin laba bersih sebesar 15‑20 persen per tahun. Jika proyeksi tersebut terpenuhi, total keuntungan kumulatif dalam jangka lima tahun dapat mencapai angka Rp 50 triliun.

Selain manfaat ekonomi, inisiatif ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan menyalurkan produk pertanian secara langsung ke konsumen, risiko penumpukan stok di tingkat menengah berkurang, sehingga pasokan tetap stabil bahkan pada masa-masa permintaan tinggi.

Para pemangku kepentingan, termasuk lembaga keuangan dan pemerintah daerah, telah menyatakan kesiapan untuk mendukung pendanaan dan kebijakan yang memfasilitasi percepatan implementasi program ini.