Penjualan Mobil Bekas EV Naik, Konsumen Cari Kendaraan Lebih Efisien
Penjualan Mobil Bekas EV Naik, Konsumen Cari Kendaraan Lebih Efisien

Penjualan Mobil Bekas EV Naik, Konsumen Cari Kendaraan Lebih Efisien

LintasWarganet.com – 20 Mei 2026 | Penjualan mobil bekas listrik (EV) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan pada kuartal terakhir, menandakan perubahan preferensi konsumen yang semakin mengutamakan efisiensi energi dan dampak lingkungan.

Berbagai dealer dan platform jual‑beli online melaporkan lonjakan permintaan, terutama untuk model‑model populer seperti Nissan Leaf, Hyundai Kona Electric, dan Tesla Model 3 yang masuk ke pasar sekunder. Data internal beberapa dealer menunjukkan peningkatan penjualan sebesar 35 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berikut beberapa faktor utama yang mendorong tren ini:

  • Kenaikan harga bahan bakar fosil: Harga BBM yang fluktuatif membuat konsumen lebih tertarik pada kendaraan dengan biaya operasional yang lebih rendah.
  • Kebijakan insentif pemerintah: Pemerintah terus memperluas jaringan pengisian daya publik dan memberikan pembebasan pajak bagi kendaraan listrik, termasuk yang berstatus bekas.
  • Kesadaran lingkungan: Masyarakat urban semakin peduli terhadap jejak karbon, sehingga mobil listrik bekas menjadi pilihan ekonomis untuk berkontribusi pada pengurangan emisi.
  • Perkembangan teknologi baterai: Umur pakai baterai yang lebih panjang dan program garansi baterai hingga 8 tahun meningkatkan kepercayaan pembeli.

Meski permintaan meningkat, beberapa tantangan masih perlu diatasi:

  1. Terbatasnya jumlah unit bekas yang tersedia di pasar, terutama model dengan jarak tempuh tinggi.
  2. Kurangnya standar penilaian kondisi baterai yang seragam, yang dapat memengaruhi transparansi harga.
  3. Kebutuhan akan layanan purna jual khusus untuk kendaraan listrik, termasuk penggantian baterai dan perawatan sistem kelistrikan.

Berikut ringkasan statistik penjualan mobil bekas EV pada tiga kuartal terakhir (dalam unit):

Kuartal Penjualan Pertumbuhan YoY
Q1 2025 1 200 +28 %
Q2 2025 1 560 +32 %
Q3 2025 1 950 +35 %

Para analis pasar memperkirakan bahwa tren ini akan terus berlanjut, terutama seiring dengan penambahan lebih dari 1.500 titik pengisian daya publik yang direncanakan selesai pada akhir tahun 2025. Dengan semakin banyak konsumen yang mengutamakan efisiensi dan keberlanjutan, mobil bekas listrik diprediksi menjadi segmen yang semakin kompetitif dalam industri otomotif Indonesia.