Pengukuhan Guru Besar UMJ Angkat Isu Ketergantungan Digital hingga AI

LintasWarganet.com – 12 Mei 2026 | Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melangsungkan Sidang Terbuka Senat di Auditorium Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, dimana dua akademisi terpilih resmi diangkat menjadi Guru Besar. Upacara pengukuhan ini tidak hanya menandai pencapaian akademik, tetapi juga menjadi platform bagi para guru besar baru untuk menyoroti tantangan era digital, khususnya ketergantungan pada teknologi dan dampak kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan.

Dalam pidatonya, salah satu guru besar menekankan bahwa transformasi digital telah mempercepat akses informasi, namun sekaligus menimbulkan risiko ketergantungan yang dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Ia mengajak institusi pendidikan tinggi untuk mengintegrasikan literasi digital secara seimbang, sehingga teknologi menjadi alat bantu, bukan pengganti proses belajar.

Guru besar lainnya menyoroti peran AI dalam bidang kedokteran dan kesehatan. Menurutnya, AI dapat meningkatkan akurasi diagnosis dan efisiensi layanan, namun harus disertai dengan regulasi etis dan pelatihan yang memadai bagi tenaga medis. Ia mengusulkan pembentukan kurikulum khusus yang mencakup etika AI, privasi data, serta keterampilan analisis data.

  • Menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan pengembangan kemampuan kognitif.
  • Mengintegrasikan literasi digital dalam semua program studi.
  • Merancang kurikulum AI yang menekankan etika dan keamanan.
  • Mendorong kolaborasi antara fakultas kedokteran, teknik, dan ilmu komputer.

Pengukuhan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi UMJ dalam merespons dinamika digital serta memperkuat posisi universitas sebagai pelopor inovasi pendidikan di Indonesia.