Pemerintah Rencanakan Strategi Swasembada Bawang Putih, Target Kurangi Impor hingga 90%
Pemerintah Rencanakan Strategi Swasembada Bawang Putih, Target Kurangi Impor hingga 90%

Pemerintah Rencanakan Strategi Swasembada Bawang Putih, Target Kurangi Impor hingga 90%

LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Ketergantungan Indonesia pada impor bawang putih masih mencapai sekitar 90 persen, menjadikan pasar domestik rentan terhadap fluktuasi harga global. Menanggapi situasi ini, Kementerian Pertanian bersama lembaga terkait mulai menyusun serangkaian kebijakan untuk mencapai swasembada bawang putih dalam beberapa tahun ke depan.

Faktor Penyebab Tingginya Impor

  • Terbatasnya lahan yang cocok untuk budidaya bawang putih di beberapa wilayah.
  • Keterbatasan bibit unggul dan teknologi produksi yang masih tradisional.
  • Harga jual dalam negeri yang tidak kompetitif dibandingkan dengan produk impor.

Langkah-Langkah Pemerintah

Berikut ini adalah program utama yang direncanakan:

  1. Peningkatan Produksi Nasional: Penyediaan bibit unggul melalui program distribusi nasional mulai tahun depan.
  2. Insentif Finansial: Kredit bersubsidi dan bantuan biaya produksi bagi petani yang menanam bawang putih.
  3. Pelatihan dan Penyuluhan: Pendampingan teknis tentang teknik budidaya modern, pengendalian hama, dan pasca panen.
  4. Pengembangan Infrastruktur: Penyediaan fasilitas irigasi, gudang penyimpanan, dan akses pasar yang lebih efisien.
  5. Kebijakan Perdagangan: Penerapan tarif anti-dumping serta pengaturan kuota impor untuk melindungi produsen lokal.
  6. Riset dan Inovasi: Dukungan kepada lembaga penelitian untuk mengembangkan varietas yang tahan penyakit dan adaptif terhadap kondisi iklim Indonesia.

Target dan Jadwal

Program produksi intensif dijadwalkan mulai rampung pada akhir 2025, dengan target menurunkan ketergantungan impor menjadi 50 persen pada 2026 dan mencapai swasembada pada 2028. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi domestik sebesar 30 ribu ton per tahun.

Jika kebijakan ini berhasil diimplementasikan, diharapkan harga bawang putih di pasar lokal stabil, petani memperoleh pendapatan yang lebih baik, dan ketergantungan pada pasokan luar negeri berkurang secara signifikan.