Pasca Kejadian Blackout, Penguatan Backbone Listrik Sumatera Dinilai Mendesak
Pasca Kejadian Blackout, Penguatan Backbone Listrik Sumatera Dinilai Mendesak

Pasca Kejadian Blackout, Penguatan Backbone Listrik Sumatera Dinilai Mendesak

LintasWarganet.com – 27 Mei 2026 | Serangkaian pemadaman listrik yang melanda wilayah Sumatra pada akhir pekan kemarin menimbulkan keprihatinan mendalam terkait ketahanan jaringan tenaga listrik nasional. Blackout tersebut, yang berlangsung selama beberapa jam di sejumlah provinsi, mengungkap kelemahan infrastruktur backbone listrik di pulau ini.

Menanggapi situasi tersebut, pihak Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJKA) bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menegaskan bahwa percepatan penguatan backbone listrik Sumatera menjadi prioritas utama. Penguatan ini mencakup peningkatan kapasitas transmisi, modernisasi gardu induk, serta penambahan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan dan pembangkit konvensional yang lebih efisien.

Beberapa langkah strategis yang direncanakan antara lain:

  • Pembangunan jalur transmisi 500 kV baru yang menghubungkan pusat beban utama di Sumatra Barat, Riau, dan Sumatra Utara.
  • Upgrade jaringan eksisting 150 kV menjadi 275 kV untuk meningkatkan stabilitas aliran daya.
  • Pemasangan sistem kontrol otomatis (SCADA) yang terintegrasi untuk pemantauan real‑time dan respons cepat terhadap gangguan.
  • Pengadaan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dan tenaga air skala menengah yang dapat beroperasi sebagai cadangan saat terjadi beban puncak.
  • Implementasi program diversifikasi sumber energi, termasuk instalasi pembangkit tenaga surya dan biomassa di wilayah pedesaan.

Investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai lebih dari Rp 50 triliun selama lima tahun ke depan. Pemerintah mengundang partisipasi swasta melalui skema kerja sama BOT (Build‑Operate‑Transfer) serta penyediaan insentif fiskal bagi proyek energi terbarukan.

Analisis teknis menunjukkan bahwa penguatan backbone listrik tidak hanya akan mengurangi risiko terulangnya blackout, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi regional dengan menjamin pasokan listrik yang stabil bagi industri, layanan publik, dan rumah tangga.

Dengan target penyelesaian sebagian besar proyek pada tahun 2029, pihak terkait berharap bahwa Sumatra dapat menjadi contoh keberhasilan integrasi infrastruktur listrik modern di Indonesia.