Pakar: Perlu ada penyeragaman insentif untuk EV di setiap daerah

LintasWarganet.com – 21 April 2026 | Pengamat industri otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menekankan pentingnya penyeragaman kebijakan insentif bagi kendaraan listrik (EV) di seluruh daerah Indonesia. Menurutnya, perbedaan kebijakan antar daerah menghambat adopsi EV secara luas.

Pasaribu mengidentifikasi beberapa faktor utama yang memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli EV, antara lain harga kendaraan, biaya operasional, dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Tanpa dukungan insentif yang seragam, konsumen di daerah dengan kebijakan kurang mendukung akan menunda atau menghindari pembelian EV.

Beberapa bentuk insentif yang diusulkan meliputi:

  • Penghapusan atau pengurangan pajak penjualan kendaraan listrik.
  • Subsidi pembelian baterai atau paket layanan baterai.
  • Penyediaan tarif listrik khusus untuk pengisian daya publik.
  • Pembangunan jaringan stasiun pengisian cepat yang terintegrasi di seluruh wilayah.
  • Kebijakan pembebasan biaya parkir atau akses jalur khusus bagi EV.

Selain itu, Pasaribu menekankan perlunya koordinasi antar pemerintah pusat dan daerah untuk menyusun kerangka regulasi yang konsisten, serta melibatkan sektor swasta dalam penyediaan infrastruktur dan layanan pendukung.

Dengan insentif yang seragam, diharapkan pasar EV Indonesia dapat tumbuh lebih cepat, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan mempercepat transisi menuju mobilitas berkelanjutan.