Nilainya Naik, Donald Trump Ketahuan Perdagangkan Saham Nvidia, Intel hingga Boeing usai Pertemuan dengan Xi Jinping
Nilainya Naik, Donald Trump Ketahuan Perdagangkan Saham Nvidia, Intel hingga Boeing usai Pertemuan dengan Xi Jinping

Nilainya Naik, Donald Trump Ketahuan Perdagangkan Saham Nvidia, Intel hingga Boeing usai Pertemuan dengan Xi Jinping

LintasWarganet.com – 15 Mei 2026 | Seorang mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan publik setelah laporan mengungkap bahwa ia melakukan transaksi saham pada perusahaan teknologi dan kedirgantaraan terkemuka seperti Nvidia, Intel, dan Boeing. Transaksi tersebut terjadi tak lama setelah pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, yang dilaporkan berlangsung pada awal pekan lalu.

Data yang diperoleh dari lembaga pengawas pasar modal menunjukkan bahwa pada hari-hari setelah pertemuan tersebut, nilai portofolio Trump meningkat signifikan. Dalam kurun waktu satu minggu, ia membeli saham Nvidia sebanyak 5.000 lembar, menambah kepemilikan di Intel sebesar 3.200 lembar, dan menambah posisi di Boeing sebanyak 1.800 lembar. Semua pembelian tercatat pada harga yang relatif lebih rendah dibandingkan harga penutupan pada akhir pekan berikutnya.

Para analis menilai bahwa aksi beli ini mungkin dipicu oleh optimisme pasar terhadap hubungan dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang diperkirakan akan membaik pasca pertemuan. Nvidia, yang dikenal sebagai produsen chip grafis dan AI, serta Intel, raksasa semikonduktor, diprediksi akan mendapat manfaat dari kebijakan perdagangan yang lebih lunak. Sementara itu, Boeing, sebagai pemain utama dalam industri pertahanan dan penerbangan, diharapkan dapat memanfaatkan peluang kontrak militer dan komersial yang mungkin muncul.

Berikut ringkasan transaksi yang terdeteksi:

  • Nvidia: 5.000 lembar, harga rata-rata US$210 per lembar.
  • Intel: 3.200 lembar, harga rata-rata US$31 per lembar.
  • Boeing: 1.800 lembar, harga rata-rata US$210 per lembar.

Secara keseluruhan, nilai total investasi baru tersebut diperkirakan mencapai lebih dari US$2,5 juta. Jika dibandingkan dengan portofolio sebelumnya, estimasi kenaikan nilai bersih Donald Trump mencapai sekitar 8 persen dalam periode tersebut.

Pengamat pasar memperingatkan bahwa meskipun transaksi ini tampak menguntungkan, risiko volatilitas tetap tinggi, terutama mengingat faktor geopolitik yang masih dinamis. Mereka menekankan pentingnya transparansi dan kepatuhan terhadap peraturan insider trading, mengingat posisi Trump yang masih memiliki pengaruh politik yang signifikan.

Kasus ini menambah deretan kontroversi terkait aktivitas keuangan tokoh politik terkemuka, sekaligus menyoroti betapa eratnya hubungan antara kebijakan luar negeri dan pergerakan pasar saham.