Nadiem Sebut Kesaksian Guru di Sidang Ungkap Chromebook Bisa Digunakan Meski Koneksi Internet Terbatas

LintasWarganet.com – 23 April 2026 | Dalam sebuah sidang komisi pendidikan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menanggapi kesaksian seorang guru dari Papua yang mengklaim perangkat Chromebook dapat berfungsi secara optimal meski dalam kondisi jaringan internet terbatas. Guru tersebut menjelaskan bahwa sistem operasi Chrome OS memungkinkan akses ke aplikasi berbasis web secara offline, sehingga proses belajar mengajar tidak terhenti ketika sinyal internet lemah.

Nadiem menegaskan bahwa kebijakan penggunaan Chromebook di seluruh Indonesia memang dirancang untuk mengatasi tantangan infrastruktur digital, terutama di wilayah terpencil. Ia menambahkan bahwa perangkat tersebut dilengkapi dengan fitur sinkronisasi otomatis ketika koneksi kembali tersedia, sehingga materi pelajaran, tugas, dan data penilaian tetap terjaga.

  • Fitur offline: Google Docs, Slides, dan Sheets dapat diakses tanpa koneksi, dengan perubahan yang akan diunggah otomatis setelah internet tersedia.
  • Penghematan biaya pelatihan: Guru tidak perlu mengikuti pelatihan intensif setiap tahun karena antarmuka yang intuitif memudahkan adaptasi.
  • Skalabilitas: Satu perangkat dapat melayani hingga 30 siswa dalam kelas, meminimalkan kebutuhan perangkat keras tambahan.

Data yang disampaikan dalam sidang menunjukkan bahwa sejak program 1Device 1Student diluncurkan pada 2020, lebih dari 2,5 juta Chromebook telah didistribusikan ke sekolah negeri, termasuk 150 ribu unit di Papua dan Papua Barat. Berikut ini ringkasan statistik penggunaan:

Wilayah Unit Terdistribusi Persentase Koneksi Stabil
Jawa Barat 800.000 85%
Sumatra Utara 450.000 78%
Papua 150.000 60%

Sidang tersebut juga membahas rencana pengembangan modul pelatihan daring yang dapat diunduh dan diakses secara offline, serta penyediaan konten pembelajaran lokal yang relevan dengan kondisi geografis masing‑masing daerah. Nadiem menutup dengan harapan bahwa inovasi teknologi ini akan memperkuat kualitas pendidikan nasional, khususnya di daerah dengan konektivitas terbatas.