Mentan: Pertanian Jadi Bantalan Ekonomi Nasional Di Tengah Penguatan Dolar
Mentan: Pertanian Jadi Bantalan Ekonomi Nasional Di Tengah Penguatan Dolar

Mentan: Pertanian Jadi Bantalan Ekonomi Nasional Di Tengah Penguatan Dolar

LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Menteri Pertanian Republik Indonesia menegaskan bahwa sektor pertanian berperan sebagai penopang utama perekonomian nasional, khususnya pada masa penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang menimbulkan tekanan pada banyak komoditas impor.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada konferensi pers pekan ini, Mentan menyoroti dua indikator kunci yang menunjukkan kinerja kuat pertanian Indonesia: peningkatan produksi dalam negeri dan pertumbuhan ekspor yang konsisten.

Data resmi Kementerian Pertanian mencatat bahwa pada kuartal pertama 2024, produksi beras naik 3,2 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara produksi komoditas pangan lainnya seperti jagung, kedelai, dan gula mengalami kenaikan masing‑masing 2,8 % hingga 4,5 %. Pada sisi ekspor, nilai ekspor komoditas pertanian mencapai US$ 2,1 miliar, meningkat 7,4 % YoY, didorong oleh permintaan kuat dari pasar Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Afrika Utara.

Penguatan dolar memang meningkatkan biaya impor bahan baku dan alat pertanian, namun pertanian domestik yang kuat mampu meredam dampak inflasi pangan. Mentan menambahkan bahwa pemerintah tengah memperkuat kebijakan subsidi pupuk, pembiayaan kredit murah, serta program digitalisasi lahan pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Selain itu, strategi diversifikasi pasar ekspor menjadi prioritas. Dengan memperluas jaringan pemasaran ke negara‑negara non‑tradisional, Indonesia berupaya mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional yang rentan terhadap fluktuasi nilai tukar.

Secara keseluruhan, pertanian diproyeksikan tetap menjadi “bantalan” penting bagi perekonomian Indonesia, menjaga stabilitas harga pangan, mendukung ketahanan pangan, dan berkontribusi pada pertumbuhan GDP nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Komoditas Peningkatan Produksi Peningkatan Ekspor
Beras 3,2 % 5,1 %
Jagung 2,8 % 4,3 %
Kedelai 4,5 % 6,2 %
Gula 3,9 % 3,8 %