Menkeu Pastikan Optimisme Ekonomi Berdasarkan Perhitungan Terukur
Menkeu Pastikan Optimisme Ekonomi Berdasarkan Perhitungan Terukur

Menkeu Pastikan Optimisme Ekonomi Berdasarkan Perhitungan Terukur

LintasWarganet.com – 22 Mei 2026 | Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa optimisme terhadap fundamental perekonomian nasional tetap kuat karena didukung oleh perhitungan yang bersifat terukur dan data yang transparan.

Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada hari Senin, ia menjelaskan bahwa indikator‑indikator utama seperti pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), tingkat inflasi, neraca perdagangan, serta posisi fiskal pemerintah menunjukkan tren positif dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Berikut adalah beberapa data kunci yang menjadi dasar pernyataan tersebut:

Indikator Target 2024 Realistik 2023
Pertumbuhan PDB 5,2 % 4,9 %
Inflasi ≤3,0 % 2,8 %
Defisit Fiskal ≤4,5 % 4,2 %
Cadangan Devisa US$150 miliar US$145 miliar

Ia menambahkan bahwa pemerintah terus memantau risiko eksternal, termasuk fluktuasi harga komoditas dan ketidakpastian geopolitik, dengan menyiapkan langkah antisipatif melalui penyesuaian anggaran dan peningkatan likuiditas pasar.

Selain itu, Menteri Keuangan menekankan pentingnya sinergi antara sektor publik dan swasta dalam rangka mempercepat digitalisasi ekonomi, memperluas basis pajak, serta meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Berikut beberapa langkah strategis yang akan ditekankan dalam tahun anggaran mendatang:

  • Peningkatan efisiensi belanja pemerintah melalui reformasi pengadaan barang dan jasa.
  • Penguatan mekanisme pengawasan pajak untuk menutup celah kebocoran penerimaan.
  • Penerapan insentif fiskal bagi perusahaan yang berinvestasi di sektor teknologi hijau.
  • Pengembangan infrastruktur logistik guna mendukung ekspor non‑migas.

Dengan landasan data yang terukur, Menteri Keuangan menegaskan bahwa Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi di tengah dinamika global.