Menhub Dudy Purwagandhi: Penyerapan Anggaran Kementerian Perhubungan Capai Rp9,06 Triliun hingga Mei
Menhub Dudy Purwagandhi: Penyerapan Anggaran Kementerian Perhubungan Capai Rp9,06 Triliun hingga Mei

Menhub Dudy Purwagandhi: Penyerapan Anggaran Kementerian Perhubungan Capai Rp9,06 Triliun hingga Mei

LintasWarganet.com – 04 Juni 2026 | Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa hingga akhir bulan Mei 2024, kementeriannya berhasil menyerap anggaran sebesar Rp9,06 triliun. Angka ini mencerminkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan proyek infrastruktur transportasi.

Berikut adalah rincian penyerapan anggaran per sektor utama:

Sektor Anggaran Dialokasikan (Triliun Rp) Anggaran Diserap (Triliun Rp) Persentase Penyerapan
Transportasi Udara 3,2 2,4 75,0%
Transportasi Laut 2,5 1,9 76,0%
Transportasi Darat 4,8 3,5 72,9%
Transportasi Kereta Api 2,0 1,3 65,0%

Beberapa proyek unggulan yang telah mendapatkan alokasi dana dan sedang dalam tahap implementasi antara lain:

  • Pembangunan Bandara Internasional Kertajati fase kedua, dengan nilai investasi Rp1,2 triliun.
  • Modernisasi Pelabuhan Tanjung Priok, termasuk pengadaan crane dan sistem manajemen logistik, senilai Rp800 miliar.
  • Peningkatan jaringan jalan tol Trans Sumatra, dengan tambahan panjang 150 kilometer dan investasi Rp1,5 triliun.
  • Pengembangan sistem transportasi massal LRT di beberapa kota besar, total investasi Rp900 miliar.

Menhub Dudy menegaskan bahwa percepatan penyerapan anggaran tidak hanya bertujuan meningkatkan infrastruktur, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. “Setiap rupiah yang kami serap harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari segi mobilitas, keselamatan, maupun penciptaan lapangan kerja,” ujar Dudy dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Ia juga menambahkan bahwa kementerian terus memantau realisasi anggaran secara berkala dan akan mengambil langkah korektif bila terdapat kendala dalam pelaksanaan. Target akhir tahun 2024 adalah mencapai penyerapan minimal 90 persen dari total anggaran, setara dengan sekitar Rp11,25 triliun.

Dengan pencapaian hingga Mei ini, kementerian optimis dapat memenuhi target tersebut, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan jaringan transportasi yang terintegrasi dan kompetitif di kawasan Asia Tenggara.