Menag Nasaruddin Umar Kunjungi Ponpes Nurul Jadid Paiton, Paparkan Peran Historis Pesantren

LintasWarganet.com – 17 April 2026 | Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Jadid yang terletak di Kabupaten Probolinggo, Kecamatan Paiton, pada Senin (12 April 2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda memperkuat hubungan antara pemerintah dengan lembaga pendidikan agama tradisional serta meninjau peran historis pesantren dalam pembangunan bangsa.

Dalam sambutannya, Menag menekankan bahwa pesantren telah menjadi pilar penting dalam sejarah pendidikan Islam di Indonesia sejak masa penjajahan. Menurutnya, pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pembelajaran agama, melainkan juga sebagai tempat pembentukan karakter, nilai kebangsaan, dan semangat gotong‑royong yang menjadi landasan pembangunan sosial‑ekonomi.

Beberapa poin penting yang disampaikan Nasaruddin Umar antara lain:

  • Warisan Sejarah: Pesantren telah melahirkan tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan, ilmuwan, dan pemuka agama yang berpengaruh dalam pembentukan identitas nasional.
  • Peran Sosial: Sebagai lembaga sosial, pesantren menyediakan bantuan pendidikan gratis, kesehatan, serta dukungan ekonomi bagi keluarga kurang mampu di sekitarnya.
  • Inovasi Kurikulum: Pentingnya integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum (seperti matematika, bahasa, dan teknologi) untuk menyiapkan generasi yang kompetitif di era digital.
  • Kolaborasi Pemerintah: Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas fasilitas, pelatihan guru, dan pemberian beasiswa bagi santri berprestasi.

Selama kunjungan, Menag juga meninjau fasilitas pondok, termasuk ruang kelas, asrama, dan perpustakaan. Ia memuji upaya Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam mengembangkan program literasi digital serta kerja sama dengan lembaga pendidikan formal setempat.

Ketua Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Aziz, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah. Ia menambahkan bahwa pesantren akan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengesampingkan nilai-nilai tradisional yang menjadi jati diri.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan pesantren dalam rangka mencetak generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan berdaya saing tinggi.