MBG Dorong Peningkatan Konsumsi Buah dan Susu di Kalangan Siswa, Dokter Tekankan Manfaat Jangka Panjang

LintasWarganet.com – 25 April 2026 | Program Masyarakat Berbasis Gizi (MBG) kembali menggelar inisiatif penting untuk meningkatkan asupan buah dan susu di kalangan pelajar. Melalui kerja sama antara kementerian pendidikan, dinas kesehatan, dan pihak sekolah, MBG menyediakan buah segar serta susu cair sebagai bagian dari menu harian di kantin dan kantin sekolah.

Langkah ini diambil setelah data menunjukkan rendahnya konsumsi buah dan produk susu di antara anak usia sekolah, yang dapat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan kognitif. MBG menargetkan peningkatan konsumsi buah minimal satu porsi (sekitar 150 gram) dan susu satu gelas (250 ml) setiap hari.

Seorang dokter spesialis gizi anak, Dr. Anita Suryani, memberikan pandangannya terkait manfaat jangka panjang dari kebiasaan tersebut. Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi buah dan susu sejak dini dapat:

  • Meningkatkan asupan vitamin, mineral, dan serat yang penting bagi sistem imun.
  • Mendukung pertumbuhan tulang berkat kalsium dan vitamin D yang terkandung dalam susu.
  • Menurunkan risiko obesitas dan penyakit tidak menular seperti diabetes tipe 2 dan hipertensi pada usia dewasa.
  • Meningkatkan konsentrasi belajar dan kemampuan memori anak.
  • Mengurangi risiko defisiensi gizi yang dapat menghambat perkembangan fisik dan mental.

Dr. Anita menambahkan bahwa kebiasaan ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan pola makan sehat yang berkelanjutan. “Jika anak terbiasa mengonsumsi buah dan susu sejak kecil, kemungkinan besar mereka akan melanjutkan pola tersebut hingga dewasa,” ujarnya.

Implementasi program meliputi beberapa tahapan kunci:

  1. Penyediaan buah dan susu berkualitas: Setiap sekolah ditunjuk untuk bekerja sama dengan petani lokal dan produsen susu yang telah terstandarisasi.
  2. Pendidikan gizi: Guru dan tenaga kependidikan diberikan modul pelatihan tentang pentingnya gizi seimbang serta cara menyajikan buah dan susu secara menarik.
  3. Monitoring dan evaluasi: Tim MBG melakukan kunjungan rutin untuk memantau kepatuhan sekolah serta mengumpulkan data konsumsi siswa.
  4. Kampanye motivasi: Menggunakan poster, lomba kreatifitas, dan acara “Hari Buah” untuk meningkatkan antusiasme anak.

Secara awal, pilot project yang dijalankan di 30 sekolah menunjukkan peningkatan konsumsi buah sebesar 35% dan susu sebesar 28% dalam tiga bulan pertama. Hasil ini diharapkan menjadi contoh bagi sekolah lain di seluruh Indonesia.

Dengan dukungan penuh dari pihak terkait dan kesadaran orang tua, diharapkan program MBG dapat menjadikan buah dan susu sebagai bagian tak terpisahkan dari kebiasaan makan sehari-hari siswa, sehingga menurunkan beban penyakit tidak menular di masa depan.