Mayoritas Keluarga Belum Siap Hadapi Pengeluaran Tak Terduga, Dana Darurat Jadi Kunci

LintasWarganet.com – 17 April 2026 | Jakarta (ANTARA) — Pengeluaran tak terduga masih menjadi tantangan utama bagi banyak keluarga di Indonesia. Berdasarkan survei terbaru yang melibatkan lebih dari 1.200 rumah tangga, sekitar 68 persen responden mengaku tidak memiliki cadangan dana yang cukup untuk menutupi biaya mendadak seperti perawatan medis, kerusakan kendaraan, atau kebutuhan rumah tangga mendesak.

Situasi ini diperparah oleh rendahnya tingkat literasi keuangan dan kebiasaan menabung yang belum menjadi prioritas. Banyak keluarga masih mengandalkan pinjaman informal atau kartu kredit dengan bunga tinggi ketika menghadapi krisis keuangan mendadak, yang pada gilirannya dapat menambah beban hutang.

Para ahli keuangan menekankan pentingnya memiliki dana darurat sebagai benteng pertama melindungi stabilitas ekonomi rumah tangga. Dana darurat idealnya setara dengan tiga sampai enam bulan pengeluaran rutin, mencakup kebutuhan pokok seperti pangan, listrik, air, transportasi, dan pendidikan.

Berikut langkah‑langkah praktis untuk membangun dana darurat:

  • Hitung total pengeluaran bulanan. Identifikasi semua biaya tetap dan variabel selama satu bulan.
  • Tetapkan target dana darurat. Kalikan total pengeluaran bulanan dengan tiga hingga enam, tergantung pada kestabilan pendapatan.
  • Mulai menabung secara rutin. Sisihkan minimal 10 % dari pendapatan bulanan ke rekening terpisah yang tidak mudah diakses untuk keperluan harian.
  • Manfaatkan instrumen tabungan berbiaya rendah. Rekening tabungan dengan bunga kompetitif atau deposito berjangka pendek dapat menjadi pilihan.
  • Review dan sesuaikan secara berkala. Tinjau kembali target dana darurat setiap enam bulan atau saat ada perubahan signifikan dalam pendapatan atau pengeluaran.

Selain menabung, edukasi keuangan di tingkat keluarga juga perlu ditingkatkan. Mengajarkan anggota keluarga, terutama generasi muda, tentang pentingnya perencanaan keuangan dapat menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini.

Dengan menerapkan strategi di atas, keluarga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pinjaman mahal dan meningkatkan ketahanan finansial dalam menghadapi situasi tak terduga.