Mayjen Trenggono Mundur dari Dinas Keprajuritan TNI Usai Diangkat Jadi Wakil Kepala BGN
Mayjen Trenggono Mundur dari Dinas Keprajuritan TNI Usai Diangkat Jadi Wakil Kepala BGN

Mayjen Trenggono Mundur dari Dinas Keprajuritan TNI Usai Diangkat Jadi Wakil Kepala BGN

LintasWarganet.com – 05 Juni 2026 | Mayjen (Purn) Trenggono resmi mengundurkan diri dari jabatan Kepala Dinas Keprajuritan TNI setelah mendapatkan penugasan baru sebagai Wakil Kepala Badan Garuda Nasional (BGN). Pengunduran diri ini diumumkan dalam rapat internal TNI pada awal pekan ini, menyusul keputusan penunjukan yang diumumkan oleh Menteri Pertahanan.

Selama menjabat sebagai Kepala Dinas Keprajuritan, Trenggono dikenal aktif dalam memperkuat koordinasi antara TNI dan pemerintah daerah, serta mengoptimalkan program keprajuritan di seluruh wilayah Indonesia. Penunjukan sebagai Wakil Kepala BGN menandai peralihan peran dari fokus militer ke sektor sipil, khususnya dalam rangka memperkuat kebijakan pembangunan nasional.

Berikut rangkaian peristiwa penting terkait pengunduran diri dan penunjukan Mayjen Trenggono:

  • 15 Mei 2024: Menteri Pertahanan mengumumkan penunjukan Mayjen Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
  • 18 Mei 2024: Trenggono menyampaikan surat pengunduran diri kepada Panglima TNI.
  • 20 Mei 2024: TNI menerima pengunduran diri dan mulai proses penunjukan pengganti sementara.

Sementara itu, dalam beberapa minggu terakhir muncul laporan tentang dugaan korupsi anggaran MBG (Majelis Bimbingan Garuda). Penyidikan masih berlangsung dan belum ada keputusan akhir. Meskipun tidak ada indikasi langsung bahwa kasus tersebut melibatkan Trenggono, perkembangan ini menambah sorotan publik terhadap dinamika internal lembaga-lembaga pertahanan dan keamanan.

Pengganti Mayjen Trenggono untuk posisi Kepala Dinas Keprajuritan belum diumumkan secara resmi. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa proses seleksi sedang dipercepat untuk memastikan kelancaran program keprajuritan yang sedang berjalan.

Penunjukan Trenggono ke BGN diharapkan dapat memperkuat sinergi antara institusi militer dan sipil dalam mengimplementasikan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi strategis pada agenda nasional.