Mahasiswa Undip Raih Juara 2 MTQ Nasional 2025, Sementara 10 Program Studi Terketat SNBT 2026 Menjadi Pilihan Penuh Tantangan
Mahasiswa Undip Raih Juara 2 MTQ Nasional 2025, Sementara 10 Program Studi Terketat SNBT 2026 Menjadi Pilihan Penuh Tantangan

Mahasiswa Undip Raih Juara 2 MTQ Nasional 2025, Sementara 10 Program Studi Terketat SNBT 2026 Menjadi Pilihan Penuh Tantangan

LintasWarganet.com – 05 April 2026 | Universitas Diponegoro (Undip) kembali menjadi sorotan publik tidak hanya sebagai institusi akademik terkemuka, tetapi juga sebagai tempat lahirnya prestasi luar biasa di bidang keagamaan dan kompetisi masuk perguruan tinggi. Pada awal April 2026, seorang mahasiswa Teknik Kimia bernama Abdurrahman Fawwaz berhasil mengukir prestasi dengan meraih Juara 2 Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) 2025 pada kategori hafalan 20 juz. Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen Undip dalam menghasilkan lulusan yang berprestasi secara holistik.

Prestasi Hafalan 20 Juz oleh Mahasiswa Teknik Kimia

Abdurrahman Fawwaz, angkatan 2022, menghabiskan waktu berbulan‑bulan melakukan pembinaan intensif yang difasilitasi oleh program khusus kampus. Seleksi ketat di tingkat universitas, pelatihan rutin, serta bimbingan dosen menjadikannya siap bersaing pada level nasional. Pada kompetisi MTQMN yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Fawwaz menempati posisi kedua setelah sebelumnya mengalami kegagalan pada ajang 2023. Ia menyatakan, “Kegagalan itu menjadi titik balik; konsistensi, kerja keras, dan kemauan belajar menjadi kunci utama.”

Selain prestasi keagamaan, Fawwaz aktif dalam kompetisi sains, teknologi, dan inovasi, menegaskan bahwa mahasiswa Undip dituntut unggul baik di ranah akademik maupun non‑akademik. Pesan yang ia sampaikan kepada rekan‑rekan mahasiswa cukup menginspirasi: berani keluar dari zona nyaman, menjaga integritas, dan terus memanfaatkan peluang demi kontribusi bagi kampus dan masyarakat.

Undip di Panggung Seleksi Nasional Berdasar Tes (SNBT) 2026

Sementara itu, Undip mencatatkan angka pendaftaran tertinggi pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dengan 46.304 pelamar, menempatkannya di urutan keempat dari 20 PTN paling diminati. Bagi calon yang belum lolos melalui jalur SNBP, masih terbuka peluang melalui SNBT 2026. Namun, tidak semua program studi memberikan peluang yang sama. Berdasarkan data resmi SNPMB, terdapat 69 program studi S1 dan D4, namun 10 di antaranya menunjukkan tingkat keketatan paling tinggi, artinya peluang diterima sangat terbatas.

Berikut data terperinci mengenai 10 program studi terketat di Undip pada SNBT 2025 beserta daya tampung tahun 2026:

No Program Studi Peminat (2025) Daya Tampung (2026) Keketatan (%)
1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (S1) 2.565 41 1,44
2 Kedokteran Gigi (S1) 986 15 1,52
3 Bisnis Digital (S1) 1.873 36 1,92
4 Manajemen dan Administrasi Logistik (D4) 2.991 69 2,31
5 Informasi dan Humas (D4) 2.966 69 2,33
6 Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur (D4) 2.640 63 2,42
7 Farmasi (S1) 1.151 30 2,43
8 Teknologi Rekayasa Kimia Industri (D4) 1.526 39 2,56
9 Bahasa Asing Terapan (D4) 1.687 45 2,67
10 Perencanaan Tata Ruang dan Pertahanan (D4) 1.620 45 2,84

Angka keketatan dihitung dengan membagi jumlah kuota dengan total pendaftar, kemudian dikalikan 100. Nilai terkecil berarti persaingan paling sengit; misalnya, hanya 1,44 % pendaftar pada program K3 berhasil diterima. Sebaliknya, program dengan persentase lebih tinggi memberikan peluang yang relatif lebih besar.

Data ini memberi gambaran jelas bagi calon mahasiswa: memilih program studi dengan daya tampung lebih luas meningkatkan peluang lolos, namun sekaligus menuntut persiapan yang matang untuk menembus kompetisi yang ketat.

Strategi Mahasiswa Baru Menghadapi Tantangan Undip

Pengalaman Fawwaz menunjukkan bahwa kegagalan bukan akhir, melainkan batu loncatan. Bagi mereka yang berambisi masuk Undip, kombinasi antara persiapan akademik, pengembangan diri, dan pemilihan program studi yang realistis menjadi kunci. Memanfaatkan fasilitas pelatihan kampus, mengikuti bimbingan intensif, serta menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dan non‑akademik dapat memperkuat profil calon.

Selain itu, meninjau data keketatan membantu calon mengatur prioritas. Misalnya, bagi yang berminat pada bidang kesehatan, program Kedokteran Gigi meski ketat, tetapi persiapan khusus dan prestasi tambahan dapat meningkatkan peluang. Sebaliknya, program seperti Bisnis Digital atau Manajemen Logistik menawarkan tantangan yang lebih dapat dikelola dengan strategi belajar yang tepat.

Secara keseluruhan, Undip tetap menjadi magnet bagi ribuan pelajar yang mengincar pendidikan berkualitas. Prestasi mahasiswa seperti Abdurrahman Fawwaz menegaskan nilai tambah yang dapat diperoleh mahasiswa Undip, sementara data kompetisi masuk memperjelas lanskap persaingan yang harus dihadapi.

Dengan kombinasi semangat, persiapan intensif, dan pemilihan jurusan yang cermat, generasi muda dapat memanfaatkan peluang yang ada, mengukir prestasi akademik maupun non‑akademik, serta berkontribusi pada citra positif Universitas Diponegoro di kancah nasional dan internasional.