Mahasiswa UMI Ciptakan Prototipe Mobil Berbahan Bakar Hidrogen
Mahasiswa UMI Ciptakan Prototipe Mobil Berbahan Bakar Hidrogen

Mahasiswa UMI Ciptakan Prototipe Mobil Berbahan Bakar Hidrogen

LintasWarganet.com – 08 April 2026 | Sejumlah mahasiswa dari Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) berhasil mengembangkan sebuah prototipe mobil yang menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar utama. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara mahasiswa tingkat akhir dan dosen pembimbing, serta didukung oleh laboratorium kampus yang dilengkapi peralatan riset energi terbarukan.

Mobil prototype tersebut dirancang dengan tujuan utama mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta menurunkan emisi karbon dioksida. Sistem penggerak mengadopsi sel bahan bakar (fuel cell) yang mengubah energi kimia hidrogen menjadi listrik, kemudian listrik tersebut menggerakkan motor listrik mobil.

Berikut adalah beberapa spesifikasi teknis utama yang dicapai oleh tim:

  • Daya output: sekitar 80 kW (sekitar 107 hp).
  • Jarak tempuh: diperkirakan 300 km dengan satu tangki hidrogen berkapasitas 5 kg.
  • Waktu pengisian: sekitar 3-5 menit untuk mengisi penuh tangki hidrogen menggunakan stasiun pengisian standar.
  • Emisi: nol emisi karbon, hanya menghasilkan uap air sebagai produk sampingan.
  • Bobot kendaraan: 1.200 kg, berkat penggunaan material komposit ringan pada rangka.

Proses pengembangan melibatkan tiga fase utama: perancangan konsep, pembuatan sel bahan bakar, dan integrasi sistem ke dalam chassis kendaraan. Pada fase perancangan, tim menggunakan perangkat lunak simulasi termal untuk mengoptimalkan aliran gas hidrogen serta mencegah kebocoran. Sel bahan bakar diproduksi di laboratorium kimia kampus dengan memanfaatkan membran proton exchange (PEM) yang memiliki efisiensi konversi energi hingga 60%.

Setelah sel bahan bakar selesai, tim melakukan serangkaian uji bench untuk mengukur output listrik, kestabilan tegangan, dan toleransi suhu. Hasil uji menunjukkan bahwa sel mampu beroperasi stabil pada suhu antara 60‑80°C, cocok untuk aplikasi mobilitas sehari-hari.

Integrasi sel ke dalam chassis melibatkan pemasangan sistem penyimpanan hidrogen bertekanan tinggi, sistem pendingin, serta kontrol elektronik yang mengatur aliran energi antara sel, baterai pendukung, dan motor listrik. Seluruh komponen dirakit pada platform mobil listrik konvensional yang dimodifikasi, sehingga memungkinkan perbandingan performa secara langsung.

Tim mahasiswa mengaku bahwa tantangan terbesar adalah pengadaan infrastruktur pengisian hidrogen yang masih terbatas di Indonesia. Namun, mereka berharap keberhasilan prototipe ini dapat menjadi stimulus bagi pemerintah dan sektor swasta untuk mempercepat pembangunan jaringan stasiun pengisian hidrogen.

Keberhasilan ini tidak hanya memperkuat reputasi UMI sebagai institusi yang mendorong inovasi berkelanjutan, tetapi juga menambah deretan upaya nasional dalam mengadopsi teknologi energi bersih. Diharapkan dalam beberapa tahun ke depan, konsep mobil berbahan bakar hidrogen dapat diadaptasi menjadi produk komersial yang kompetitif di pasar otomotif Indonesia.