Limbah Pertanian dan Perkebunan Bisa Disulap jadi Energi Listrik

LintasWarganet.com – 30 April 2026 | Program inovatif yang digagas oleh PLN melalui unit Energi Terbarukan dan Konservasi (EPI) menargetkan desa‑desa di wilayah pertanian dan perkebunan untuk menjadi produsen listrik berbasis biomassa.

Limbah pertanian seperti sekam padi, jerami, dedak, serta limbah perkebunan seperti tandan kosong kelapa sawit dijadikan bahan bakar setelah melalui proses pengolahan menjadi pelet atau briket. Proses konversi tersebut menghasilkan uap yang menggerakkan turbin pembangkit listrik skala kecil.

Berikut tahapan utama yang diajarkan dalam pelatihan:

  1. Pengumpulan dan pemilahan limbah organik di sumbernya.
  2. Pengeringan dan pencetakan menjadi pelet biomassa.
  3. Pembakaran terkontrol di boiler khusus.
  4. Pemanfaatan uap untuk menggerakkan turbin listrik.
  5. Distribusi listrik ke jaringan desa atau rumah tangga.

Pelatihan ini tidak hanya menekankan aspek teknis, melainkan juga memperkenalkan model ekonomi sirkular. Petani dan pekebun dapat memperoleh pendapatan tambahan dari penjualan energi, sementara biaya pembuangan limbah dapat ditekan.

Sejak peluncuran program pada awal tahun ini, lebih dari 30 desa telah mengikuti modul pelatihan, dengan total kapasitas terpasang mencapai 5 megawatt. Proyeksi jangka panjang menunjukkan potensi peningkatan hingga 20 megawatt dalam lima tahun, yang dapat menyuplai listrik bagi ribuan rumah tangga.

Dengan mengintegrasikan sumber energi terbarukan dari limbah pertanian dan perkebunan, inisiatif ini mendukung agenda nasional untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta memperkuat ketahanan energi di daerah pedesaan.