Laba WIKA Beton Anjlok Rp 40 Miliar, Rasio Utang Turun Drastis; WOM Finance Tetap Cetak Rp 142 Miliar di Tengah Tekanan Industri
Laba WIKA Beton Anjlok Rp 40 Miliar, Rasio Utang Turun Drastis; WOM Finance Tetap Cetak Rp 142 Miliar di Tengah Tekanan Industri

Laba WIKA Beton Anjlok Rp 40 Miliar, Rasio Utang Turun Drastis; WOM Finance Tetap Cetak Rp 142 Miliar di Tengah Tekanan Industri

LintasWarganet.com – 01 April 2026 | PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 40,02 miliar pada tahun buku 2025, menandai penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski profit menurun, perusahaan berhasil memperbaiki struktur keuangan dengan menurunkan rasio utang terhadap ekuitas (DER) dari 95,15% menjadi 70,66% dan meningkatkan rasio likuiditas menjadi 130,42%. Di sisi lain, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) melaporkan laba bersih Rp 142,55 miliar pada 2025, menunjukkan daya tahan yang kuat meski sektor multifinance menghadapi tekanan ekonomi.

Strategi Diversifikasi Pasar Swasta WIKA Beton

WIKA Beton mengubah pola bisnisnya dengan menargetkan segmen pasar swasta sebagai motor pertumbuhan utama. Kontribusi sektor swasta naik menjadi 54,86% dari total pendapatan, mengurangi ketergantungan pada proyek pemerintah dan internal grup. Pendapatan usaha mencapai Rp 3,59 triliun, didukung oleh perolehan kontrak baru senilai Rp 4 triliun. Sektor infrastruktur tetap menjadi kontributor utama dengan porsi 55,53%, sementara sektor industri dan kelistrikan memberikan tambahan yang signifikan.

Langkah Deleveraging yang Aggresif

Perusahaan meluncurkan program deleveraging yang menurunkan total liabilitas sebesar 25,76% menjadi Rp 2,60 triliun. Penyebab utama penurunan adalah pelunasan utang usaha senilai Rp 548,64 miliar serta pengurangan utang jangka panjang. Penurunan DER menjadi 70,66% menandakan peningkatan kesehatan modal dan menyiapkan ruang bagi ekspansi lebih lanjut. Likuiditas perusahaan juga membaik, tercermin dari rasio lancar 130,42%.

Prestasi ESG dan Prospek Internasional

WIKA Beton mencatat skor ESG 71 dari S&P Global, menempatkannya dalam 13% teratas industri material konstruksi secara global. Manajemen menargetkan integrasi dalam ekosistem Danantara untuk memperkuat struktur permodalan dan memperluas operasi internasional.

WOM Finance: Kinerja Solid di Tengah Tantangan

Berbeda dengan dinamika konstruksi, WOM Finance berhasil mengatasi tekanan multifinance yang dipicu oleh daya beli konsumen yang belum pulih dan kenaikan biaya dana. Penyaluran pembiayaan baru mencapai Rp 5,94 triliun, naik 9,35% YoY. Total aset perusahaan tumbuh 6,08% menjadi Rp 7,37 triliun, sementara ekuitas naik 4,81% menjadi Rp 1,98 triliun. Laba bersih Rp 142,55 miliar tercapai dengan ROA 2,41% dan ROE 7,45%.

Kualitas kredit tetap terjaga; rasio NPF gross 2,17% dan net 0,95% menunjukkan kontrol risiko yang baik. Untuk mendukung likuiditas, WOM Finance menerbitkan obligasi senilai Rp 1,5 triliun dan menambah fasilitas kredit perbankan Rp 1,65 triliun selama 2025.

Perbandingan Kinerja Keuangan

Parameter WIKA Beton 2025 WOM Finance 2025
Laba Bersih Rp 40,02 miliar Rp 142,55 miliar
Pendapatan Usaha Rp 3,59 triliun Rp 5,94 triliun (penyaluran)
DER 70,66 % Data tidak disebutkan (asumsi stabil)
Rasio Lancar 130,42 % Likuiditas kuat melalui obligasi

Kedua perusahaan menunjukkan pendekatan berbeda dalam menanggapi tekanan industri masing-masing. WIKA Beton fokus pada restrukturisasi utang dan diversifikasi pasar, sementara WOM Finance menekankan ekspansi terukur dan penguatan modal.

Secara keseluruhan, perbaikan rasio utang WIKA Beton memberi sinyal positif bagi pemegang saham dan calon investor, meski laba menurun. Di sisi lain, keberhasilan WOM Finance dalam mencetak laba signifikan di tengah iklim ekonomi yang menantang menegaskan pentingnya manajemen risiko yang prudensial. Kedua contoh ini menyoroti bahwa adaptasi strategi dan pengelolaan keuangan yang disiplin menjadi kunci kelangsungan dan pertumbuhan perusahaan di sektor yang berbeda.