Kerja sama China-Indonesia fokus pada manufaktur cerdas & berkelanjutan
Kerja sama China-Indonesia fokus pada manufaktur cerdas & berkelanjutan

Kerja sama China-Indonesia fokus pada manufaktur cerdas & berkelanjutan

LintasWarganet.com – 28 Mei 2026 | Forum Kemitraan Revolusi Industri Baru BRICS 2026 resmi dibuka pada Rabu, 27 Mei 2024, di kota Xiamen, Provinsi Fujian, China. Acara ini menjadi platform utama bagi negara-negara anggota BRICS untuk memperkuat kolaborasi dalam transisi menuju industri yang lebih cerdas dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, delegasi Indonesia menandatangani serangkaian kesepakatan dengan mitra China yang menitikberatkan pada pengembangan manufaktur pintar serta praktek produksi yang ramah lingkungan. Kesepakatan meliputi transfer teknologi, investasi bersama, dan program pelatihan tenaga kerja yang berfokus pada kecerdasan buatan, robotika, serta energi terbarukan.

Beberapa bidang kerja sama yang menjadi prioritas meliputi:

  • Penerapan Internet of Things (IoT) dalam lini produksi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi limbah.
  • Pengembangan material ringan berbasis serat karbon dan bahan daur ulang.
  • Implementasi sistem manajemen energi yang mengoptimalkan penggunaan listrik dari sumber terbarukan.
  • Kolaborasi riset pada teknologi AI untuk prediksi kegagalan mesin dan perawatan prediktif.
  • Program pertukaran ahli dan beasiswa bagi mahasiswa teknik di kedua negara.

Para pejabat menekankan bahwa kerjasama ini tidak hanya bertujuan meningkatkan daya saing industri Indonesia, tetapi juga mendukung komitmen kedua negara dalam mengurangi emisi karbon sesuai dengan agenda hijau global. Diharapkan, dalam lima tahun ke depan, proyek-proyek bersama ini dapat menghasilkan peningkatan produktivitas sebesar 20 % dan penurunan intensitas energi sebesar 15 % di sektor manufaktur.

Selain itu, forum juga menjadi ajang diskusi tentang regulasi standar produksi yang berkelanjutan, serta mekanisme pendanaan melalui lembaga keuangan internasional yang mendukung proyek hijau. Dengan landasan kebijakan yang kuat, kerjasama ini diharapkan dapat menjadi model bagi negara lain dalam mengintegrasikan teknologi canggih dengan prinsip keberlanjutan.