Kemenhut Ubah Sistem Tiket di Seluruh Taman Nasional, Kini Gunakan E‑Ticket dan Aplikasi Digital
Kemenhut Ubah Sistem Tiket di Seluruh Taman Nasional, Kini Gunakan E‑Ticket dan Aplikasi Digital

Kemenhut Ubah Sistem Tiket di Seluruh Taman Nasional, Kini Gunakan E‑Ticket dan Aplikasi Digital

LintasWarganet.com – 04 Juni 2026 | Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemenhut) resmi mengganti sistem penjualan tiket masuk taman nasional menjadi platform digital berbasis e‑ticket dan aplikasi seluler. Kebijakan ini mulai diterapkan pada seluruh kawasan taman nasional di Indonesia sejak awal bulan ini.

Dengan sistem baru, pengunjung tidak lagi harus membeli tiket secara fisik di loket. Semua proses mulai dari pemilihan tanggal, pembayaran, hingga validasi tiket dapat dilakukan melalui smartphone atau perangkat elektronik lainnya.

  • Unduh aplikasi resmi Kemenhut yang tersedia untuk Android dan iOS.
  • Pilih taman nasional tujuan serta tanggal kunjungan.
  • Lakukan pembayaran menggunakan metode digital (bank transfer, kartu kredit, atau e‑wallet).
  • Setelah pembayaran berhasil, tiket elektronik akan otomatis tersimpan di aplikasi dan dapat ditunjukkan kepada petugas di pintu masuk.

Sistem e‑ticket ini dilengkapi dengan beberapa fitur utama:

Fitur Manfaat
Pembayaran Real‑time Mengurangi antrean dan waktu tunggu di loket.
Validasi QR Code Memastikan keaslian tiket dan meminimalisir penipuan.
Integrasi Data Pengunjung Memudahkan pengelolaan kapasitas dan monitoring kepadatan.
Pemberitahuan Update Pengunjung mendapat info terbaru tentang protokol kesehatan, cuaca, atau penutupan area.

Direktur Jenderal Kehutanan, Irwan Hidayat, menilai bahwa digitalisasi tiket akan meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan. “Data pengunjung yang terintegrasi akan membantu kami mengelola kapasitas taman secara lebih efisien, sekaligus meminimalkan dampak manusia terhadap ekosistem,” ujarnya.

Implementasi e‑ticket diharapkan dapat meningkatkan pendapatan taman nasional sebesar 15‑20 persen pada tahun pertama, karena kemudahan akses akan mendorong lebih banyak kunjungan, terutama dari generasi milenial yang terbiasa dengan layanan digital.

Pengunjung yang belum memiliki smartphone dapat tetap membeli tiket secara konvensional di loket selama masa transisi. Namun, Kemenhut menargetkan migrasi penuh ke sistem digital dalam enam bulan ke depan.