Kemendag Dorong Akses Pasar Global untuk Pelaku Waralaba Indonesia
Kemendag Dorong Akses Pasar Global untuk Pelaku Waralaba Indonesia

Kemendag Dorong Akses Pasar Global untuk Pelaku Waralaba Indonesia

LintasWarganet.com – 29 Mei 2026 | Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jangkauan pasar internasional bagi pelaku usaha waralaba asal Indonesia. Upaya ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan daya saing produk dan layanan Indonesia di arena global.

Berbagai langkah konkret telah disiapkan, antara lain:

  • Penyediaan pelatihan khusus tentang regulasi perdagangan internasional dan standar kualitas yang berlaku di pasar tujuan.
  • Pembentukan tim konsultan yang membantu franchisee dalam proses adaptasi merek dan model bisnis di luar negeri.
  • Penyelenggaraan roadshow dan pameran dagang di negara‑negara mitra strategis untuk mempromosikan merek‑merek waralaba Indonesia.
  • Pemberian insentif fiskal, seperti pengurangan bea masuk dan kemudahan perizinan bagi perusahaan yang mengekspor konsep waralaba.

Berikut adalah beberapa negara yang menjadi fokus utama Kemendag dalam fase awal program ini:

Negara Target Sektor Alasan Prioritas
Singapura Food & Beverage Pasar konsumen berpendapatan tinggi dan jaringan distribusi yang matang
Australia Retail & Lifestyle Kebutuhan akan konsep ritel inovatif dan permintaan akan produk halal
Arab Saudi Jasa Pendidikan Pertumbuhan cepat sektor pendidikan privat dan dukungan pemerintah terhadap franchise
Jepang Teknologi & Inovasi Kesempatan kolaborasi R&D dan adopsi teknologi terbaru

Direktur Jenderal Perdagangan Internasional, Budi Santoso, menegaskan bahwa program ini tidak hanya menambah nilai ekspor, melainkan juga menciptakan lapangan kerja domestik melalui pembukaan cabang baru di luar negeri. “Kami berharap para pelaku waralaba dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk mengukir prestasi di pasar global, sekaligus membawa citra positif Indonesia,” ujarnya.

Selain dukungan pemerintah, sektor swasta juga diharapkan berperan aktif dengan menyediakan modal, jaringan logistik, dan riset pasar. Kemendag berencana melakukan evaluasi berkala untuk menyesuaikan kebijakan dengan dinamika pasar internasional.