Kemenag Usulkan Tambahan Anggaran Rp24,8 Triliun untuk Sekolah Keagamaan Tahun 2026
Kemenag Usulkan Tambahan Anggaran Rp24,8 Triliun untuk Sekolah Keagamaan Tahun 2026

Kemenag Usulkan Tambahan Anggaran Rp24,8 Triliun untuk Sekolah Keagamaan Tahun 2026

LintasWarganet.com – 05 April 2026 | Menteri Agama Nasaruddin Umar pada Rapat Koordinasi Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan usulan penambahan anggaran tahun 2026 sebesar Rp24,8 triliun khusus untuk pengembangan sekolah keagamaan, termasuk madrasah dan pesantren. Usulan tersebut diharapkan dapat menutup kesenjangan infrastruktur, meningkatkan kualitas tenaga pendidik, serta memperluas program beasiswa bagi siswa kurang mampu.

Rincian alokasi dana yang diajukan meliputi:

  • Rp8,5 triliun untuk pembangunan dan renovasi fasilitas fisik, seperti ruang kelas, laboratorium, dan asrama.
  • Rp5,2 triliun untuk peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan melalui pelatihan bersertifikat.
  • Rp4,0 triliun untuk pengadaan bahan ajar digital dan pengembangan kurikulum berbasis teknologi.
  • Rp3,1 triliun untuk beasiswa dan bantuan biaya pendidikan bagi siswa berprestasi dan kurang mampu.
  • Rp3,9 triliun untuk program penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekolah.

Pihak Kemenag menekankan bahwa investasi ini selaras dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan serta menyiapkan generasi yang berkompeten secara akademik dan spiritual. Anggaran tambahan tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam rapat penyusunan APBN 2026 dan diharapkan mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat.

Reaksi dari kalangan pendidik dan organisasi keagamaan beragam. Beberapa pihak menyambut baik peningkatan dana, menganggapnya sebagai langkah strategis untuk menutup kesenjangan fasilitas antara sekolah keagamaan dan umum. Namun, ada juga kekhawatiran terkait efektivitas penyaluran dana dan mekanisme pengawasan yang transparan.

Jika usulan ini disetujui, Kemenag berencana meluncurkan program pelaksanaan pada kuartal pertama 2027, dengan target penyelesaian renovasi infrastruktur utama pada akhir 2028.