KAI Logistik Perluas Angkutan CPO di Sumut, Target 200 Ribu Ton per Tahun
KAI Logistik Perluas Angkutan CPO di Sumut, Target 200 Ribu Ton per Tahun

KAI Logistik Perluas Angkutan CPO di Sumut, Target 200 Ribu Ton per Tahun

LintasWarganet.com – 15 April 2026 | KAI Logistik mengumumkan rencana ekspansi layanan angkutan minyak kelapa sawit (CPO) di provinsi Sumatera Utara. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi distribusi produk agrikultur ke pasar domestik maupun internasional, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor logistik nasional.

Dengan target mengangkut 200.000 ton CPO setiap tahun, perusahaan berencana menambah armada kereta khusus, memperluas jaringan stasiun pengumpul, dan meningkatkan kapasitas terminal logistik di beberapa titik strategis, antara lain di Medan, Binjai, dan Tanjungbalai.

Rencana Operasional

  • Penambahan 30 unit lokomotif diesel‑elektrik yang dapat mengangkut hingga 7.500 ton per hari.
  • Pembangunan 3 fasilitas penimbunan CPO di kawasan industri Sumut.
  • Integrasi sistem pelacakan digital untuk memantau pergerakan barang secara real‑time.

Target dan Proyeksi

Tahun Volume Angkut (ton)
2024 120.000
2025 200.000
2026 250.000

Proyeksi di atas menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan volume tahun sebelumnya, yang hanya mencapai sekitar 110.000 ton. Peningkatan ini diharapkan dapat menurunkan biaya transportasi hingga 15 % serta mempercepat waktu pengiriman dari perkebunan ke pelabuhan.

Kepala Divisi Logistik KAI, Budi Santoso, menyatakan, “Ekspansi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang kami untuk menjadikan jalur kereta sebagai tulang punggung distribusi barang bulk di Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, kami yakin dapat membantu petani dan produsen CPO mengakses pasar lebih luas dengan biaya yang kompetitif.”

Selain manfaat ekonomi, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi lingkungan, mengingat transportasi kereta memiliki jejak karbon yang lebih rendah dibandingkan moda jalan raya. Pemerintah daerah Sumut telah memberikan persetujuan serta dukungan regulasi untuk mempercepat pelaksanaan proyek ini.

Jika berhasil, model layanan ini dapat direplikasi ke provinsi lain yang memiliki produksi CPO tinggi, memperkuat posisi KAI Logistik sebagai pemain utama dalam rantai pasok agrikultur Indonesia.