Intip Spesifikasi Leapmotor B10 yang Punya Roda Belakang Lebih Tebal

LintasWarganet.com – 02 Mei 2026 | Leapmotor kembali meluncurkan varian terbaru dalam rangkaian kendaraan listriknya, Leapmotor B10, yang menonjolkan desain roda belakang lebih tebal dibandingkan model sebelumnya. Langkah ini menjadi sorotan di tengah persaingan sengit pasar EV (Electric Vehicle) global, khususnya di segmen mobil kompak yang mengedepankan performa dan kenyamanan.

Berikut rangkuman spesifikasi utama Leapmotor B10:

Parameter Spesifikasi
Motor Motor listrik permanen magnet, output 150 kW (≈203 hp)
Torsi 340 Nm
Baterai Li‑ion 75 kWh, kapasitas energi 75 kWh
Jarak Tempuh (WLTP) ≈480 km
Pengisian Cepat 80% dalam 30 menit (150 kW charger)
Dimensi (P×L×T) 4.550 mm × 1.800 mm × 1.550 mm
Berat Kosong 1.650 kg
Roda Depan 18 inci, lebar 7,5 inci
Roda Belakang 19 inci, lebar 9,0 inci (lebih tebal)

Keputusan menambah lebar dan ketebalan roda belakang bertujuan meningkatkan traksi, terutama saat akselerasi kuat dan saat melibas tikungan tajam. Roda yang lebih besar juga membantu menyalurkan torsi maksimum ke jalan, mengurangi slip, serta menambah stabilitas pada kecepatan tinggi.

Dari segi interior, Leapmotor B10 dilengkapi dengan layar sentuh 12,3 inci beresolusi tinggi, sistem infotainment berbasis Android, serta fitur bantuan pengemudi (ADAS) meliputi lane‑keeping assist, adaptive cruise control, dan emergency braking. Semua fitur ini disajikan dalam kabin yang dirancang minimalis namun fungsional, dengan ruang penumpang yang cukup lega untuk kelasnya.

Harga yang ditawarkan untuk Leapmotor B10 di pasar domestik diperkirakan berada di kisaran Rp 450 juta – Rp 500 juta, menempatkannya bersaing langsung dengan model EV lain seperti BYD Dolphin dan Tesla Model 3 standar. Dengan kombinasi spesifikasi yang kuat dan harga yang relatif kompetitif, Leapmotor berharap dapat meraih pangsa pasar yang signifikan, khususnya di kalangan konsumen muda yang mengutamakan teknologi dan gaya hidup ramah lingkungan.

Secara keseluruhan, Leapmotor B10 menampilkan pendekatan yang lebih agresif dalam hal performa dan desain roda, yang diharapkan mampu memberikan pengalaman mengemudi lebih dinamis tanpa mengorbankan kenyamanan. Jika produksi massal berjalan lancar, model ini berpotensi menjadi salah satu pilihan utama di segmen mobil listrik kompak tahun depan.