Indef: Lonjakan Harga Minyak Ancam Fiskal, Insentif EV Dibutuhkan jaga Pasar Menengah
Indef: Lonjakan Harga Minyak Ancam Fiskal, Insentif EV Dibutuhkan jaga Pasar Menengah

Indef: Lonjakan Harga Minyak Ancam Fiskal, Insentif EV Dibutuhkan jaga Pasar Menengah

LintasWarganet.com – 02 April 2026 | Indonesian Energy Economics Forum (Indef) memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak mentah sebesar US$10 per barel dapat menambah beban subsidi bahan bakar hingga Rp60‑70 triliun, mengancam stabilitas fiskal negara.

Kenaikan tersebut diproyeksikan akan meningkatkan tarif BBM secara signifikan, memaksa pemerintah untuk menambah subsidi atau mengurangi anggaran lain. Jika subsidi dipertahankan, beban fiskal dapat melampaui target defisit yang telah ditetapkan dalam APBN 2024.

Untuk mengurangi ketergantungan pada subsidi BBM, Indef menekankan pentingnya percepatan transisi ke kendaraan listrik (EV). Insentif fiskal bagi produsen dan konsumen EV dianggap krusial untuk menjaga daya beli segmen pasar menengah yang menjadi tulang punggung konsumsi domestik.

  • Pemberian keringanan pajak impor untuk baterai dan komponen EV.
  • Subsidi langsung pada harga kendaraan listrik hingga 20 %.
  • Pembangunan infrastruktur pengisian daya di daerah perkotaan dan pinggiran.

Berikut perkiraan dampak fiskal jika harga minyak naik US$10 per barel:

Item Estimasi Beban
Subsidi BBM Rp60‑70 triliun
Penurunan Pendapatan Pajak Rp5‑8 triliun
Biaya Penyesuaian Harga Rp2‑3 triliun

Jika pemerintah berhasil menerapkan kebijakan insentif EV, diperkirakan beban subsidi BBM dapat berkurang hingga 30 %, mengurangi tekanan fiskal secara signifikan. Selain itu, peningkatan penjualan EV diprediksi akan menciptakan lapangan kerja baru di sektor manufaktur dan layanan pengisian daya.

Indef menekankan bahwa langkah-langkah kebijakan harus diambil secara terintegrasi, melibatkan kementerian keuangan, energi, serta industri otomotif. Tanpa dukungan kebijakan yang kuat, kenaikan harga minyak dapat memperburuk defisit anggaran dan menghambat pertumbuhan ekonomi, terutama bagi konsumen kelas menengah.