INAPLAS Dorong Kemandirian Petrokimia RI Lewat Diversifikasi Feedstock

LintasWarganet.com – 05 Mei 2026 | Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS) menegaskan pentingnya memperkuat kemandirian industri petrokimia nasional melalui diversifikasi feedstock atau bahan baku utama. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada akhir April 2024, INAPLAS menyoroti ketergantungan Indonesia pada impor naphtha dan bahan kimia lainnya yang dapat menghambat pertumbuhan sektor strategis ini.

Beberapa langkah strategis yang diusulkan antara lain:

  • Pengembangan sumber feedstock alternatif berbasis sumber daya alam dalam negeri, seperti minyak kelapa sawit, gas bumi, dan bahan baku bio‑based.
  • Peningkatan kapasitas produksi bahan baku turunan melalui investasi di fasilitas pengolahan dan teknologi konversi.
  • Kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, dan pelaku industri untuk mempercepat transfer teknologi.

INAPLAS juga menekankan peran regulasi yang mendukung, termasuk insentif fiskal bagi proyek diversifikasi dan penyediaan infrastruktur logistik yang memadai. Menurut Ketua Umum INAPLAS, upaya tersebut tidak hanya mengurangi beban impor, tetapi juga membuka peluang ekspor produk petrokimia bernilai tinggi.

Data dari Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa pada 2023, impor feedstock mencapai sekitar US$4,5 miliar, menyumbang lebih dari 30% kebutuhan domestik. Diversifikasi diproyeksikan dapat menurunkan angka tersebut hingga 15% dalam lima tahun ke depan, sekaligus meningkatkan nilai tambah dalam rantai pasok.

Dengan dukungan kebijakan energi nasional yang menargetkan penggunaan energi terbarukan dan pengurangan emisi, diversifikasi feedstock menjadi komponen kunci dalam strategi jangka panjang Indonesia untuk menjadi hub petrokimia di Asia Tenggara.