IHSG Ambruk di Akhir Pekan, Big Banks Jadi Target Utama Penjualan Asing pada Jumat 27 Maret
IHSG Ambruk di Akhir Pekan, Big Banks Jadi Target Utama Penjualan Asing pada Jumat 27 Maret

IHSG Ambruk di Akhir Pekan, Big Banks Jadi Target Utama Penjualan Asing pada Jumat 27 Maret

LintasWarganet.com – 28 Maret 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada akhir pekan, mencatat koreksi hampir 1% dalam satu sesi. Pada penutupan Jumat, 27 Maret 2026, IHSG terjun 0,93% menjadi 7.097,05 poin, menandai penurunan paling signifikan sejak beberapa minggu terakhir. Penurunan ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran investor asing, terutama pada saham-saham perbankan besar yang memiliki bobot signifikan dalam indeks.

Volume Penjualan Asing Mencapai Rekor

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa investor asing melepaskan kepemilikan saham senilai sekitar Rp1,76 triliun pada hari Jumat. Angka ini mencerminkan tekanan jual yang intens, terutama pada sektor keuangan. Analis pasar Reydi Octa menilai bahwa aksi ini lebih merupakan hasil rebalancing portofolio global dan pergeseran dana ke aset dengan risiko lebih rendah, bukan indikasi fundamental domestik yang melemah drastis.

Sektor Terkena Dampak

Empat sektor utama mencatat penurunan, dengan sektor basic materials turun 2,84%, kesehatan melemah 0,77%, keuangan (termasuk perbankan) terdepresiasi 0,50%, dan teknologi menurun 0,86%. Sebaliknya, sektor energi mencatat kenaikan 2,45%, industri naik 1,71%, dan consumer non‑siklikal menguat 2,14%. Sektor transportasi dan logistik menjadi pemenang terbesar dengan peningkatan 5,78%.

Saham Big Banks Jadi Sasaran Utama

Penurunan paling tajam terlihat pada saham-saham perbankan besar. Dalam 24 jam terakhir, saham-saham seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengalami penurunan persentase di atas 2%, menciptakan tekanan tambahan pada indeks mengingat bobotnya yang dominan. Analisis menunjukkan bahwa penurunan ini memperparah koreksi indeks karena investor domestik cenderung mengikuti jejak penjualan asing.

Daftar Saham Top Losers

  • PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) – turun 30,40%
  • PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) – turun 27,67%
  • PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) – turun 17,31%
  • Beberapa saham perbankan besar – penurunan 2‑3% masing‑masing

Sentimen Global dan Dampaknya

Reydi Octa menjelaskan bahwa tekanan jual ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal, termasuk ketegangan geopolitik, penguatan dolar AS, dan pelemahan rupiah yang mengakibatkan aliran dana keluar. Kondisi ini memperkuat aksi jual pada saham-saham dengan bobot besar, khususnya perbankan, yang secara otomatis menurunkan nilai IHSG.

Prospek Kedepan

Meski indeks berada dalam zona koreksi, analis masih melihat potensi rebound teknikal jika tekanan eksternal mereda. Volume transaksi harian menurun 4,81% menjadi 28,31 miliar saham, namun rata‑rata nilai transaksi harian meningkat 15,27% menjadi Rp23,33 triliun, menunjukkan bahwa transaksi masih terpusat pada saham-saham bernilai tinggi. Pada pekan mendatang, IHSG diproyeksikan akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah, namun peluang akumulasi jangka pendek tetap ada bagi investor yang menilai valuasi sudah menarik.

Kesimpulannya, penurunan IHSG pada akhir pekan ini menyoroti sensitivitas pasar Indonesia terhadap sentimen global dan aksi jual asing, khususnya pada saham-saham perbankan besar. Investor domestik perlu memperhatikan dinamika aliran dana internasional serta kondisi fundamental sektor keuangan dalam mengambil keputusan investasi ke depan.