Harga Telur di Magetan Anjlok, BGN Minta SPPG Jawa Timur Tambah Menu Telur di Program MBG

LintasWarganet.com – 09 Mei 2026 | Harga telur di Kabupaten Magetan mengalami penurunan tajam dalam beberapa minggu terakhir, menimbulkan kekhawatiran di kalangan peternak dan pemerintah daerah. Penurunan ini dipicu oleh oversupply pasar serta penurunan daya beli konsumen pasca pandemi.

Menanggapi situasi tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) mengajukan usulan kepada Satuan Penanganan Pengadaan Gizi (SPPG) Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan penggunaan telur dalam program Makanan Bergizi (MBG). Langkah ini dimaksudkan agar stok telur yang melimpah dapat diserap secara efektif, sekaligus menjaga pendapatan peternak.

Berikut poin-poin utama usulan BGN:

  • Menambah porsi telur dalam menu harian MBG di sekolah, panti sosial, dan posyandu.
  • Mengintegrasikan telur ke dalam paket makanan bantuan bagi keluarga kurang mampu.
  • Memberikan insentif bagi pemasok telur yang bersedia menyalurkan produknya ke program MBG.

Jika usulan ini diterima, diharapkan dapat menstabilkan harga telur di pasar lokal serta meningkatkan nilai gizi makanan yang diterima masyarakat. Selain itu, peningkatan permintaan dari sektor publik dapat membantu peternak mengurangi kerugian akibat penurunan harga.

Pemerintah Kabupaten Magetan juga sedang menyiapkan kebijakan penyesuaian harga jual telur bagi peternak, termasuk kemungkinan subsidi penjualan atau pembentukan pasar khusus untuk produk unggas.

Langkah koordinasi antara BGN, SPPG, dan Dinas Pertanian Jawa Timur diharapkan dapat segera diwujudkan, mengingat urgensi situasi yang berdampak pada ketahanan pangan regional.