Harga Emas Antam Turun Drastis! Rp2,819 Ribu per Gram, Ini Penyebabnya
Harga Emas Antam Turun Drastis! Rp2,819 Ribu per Gram, Ini Penyebabnya

Harga Emas Antam Turun Drastis! Rp2,819 Ribu per Gram, Ini Penyebabnya

LintasWarganet.com – 15 Mei 2026 | Jakarta, 15 Mei 2026 – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Jumat pagi. Pada pukul 08.25 WIB, harga eceran Antam tercatat Rp2.819.000 per gram, turun Rp20.000 dari level sebelumnya Rp2.839.000 per gram. Penurunan tersebut sekaligus memengaruhi harga beli kembali (buyback) yang juga turun menjadi Rp2.636.000 per gram.

Pergerakan Harga Emas Antam Hari Ini

Penurunan harga Antam ini sejalan dengan pergerakan pasar logam mulia global yang melemah. Data logam mulia menunjukkan bahwa harga spot emas internasional turun 0,6 persen menjadi US$4.619,49 per ons, sementara kontrak berjangka Juni turun 1,3 persen. Faktor-faktor eksternal seperti kenaikan harga energi, kekhawatiran inflasi, dan ekspektasi suku bunga tinggi menambah tekanan pada harga emas.

Buyback atau Harga Jual Kembali

Buyback Antam pada hari yang sama dicatat berada di kisaran Rp2.636.000 per gram, meski ada variasi laporan yang menyebutkan Rp2.656.000 per gram. Bagi penjual dengan nilai transaksi di atas Rp10 juta, PPh Pasal 22 dikenakan 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi yang tidak. Pemerintah juga memberikan insentif tarif pajak sebesar 0,25 persen bagi pembeli yang mencantumkan NPWP pada transaksi pembelian emas batangan.

Perbandingan Harga Antam dengan Produk Lain

Produk Harga per gram (Rupiah)
Antam 2.819.000
UBS 2.844.000
Galeri24 2.810.000

Data di atas diambil dari pemantauan resmi Logam Mulia dan Sahabat Pegadaian pada pukul 10.10 WIB. Meskipun perbedaan harga hanya beberapa ribu rupiah, pergerakan tersebut mencerminkan dinamika pasar yang sensitif terhadap berita ekonomi global.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penurunan Harga

  • Kondisi Pasar Global: Harga energi naik dan ekspektasi kebijakan moneter ketat menurunkan daya tarik emas sebagai safe haven.
  • Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah: Penguatan dolar AS memperburuk nilai relatif emas dalam mata uang lokal.
  • Kebijakan Pajak: Perubahan tarif PPh 22 dan insentif bagi NPWP memengaruhi keputusan investor ritel.
  • Permintaan Domestik: Penurunan minat beli fisik di tengah ketidakpastian ekonomi menurunkan permintaan harian.

Meski terjadi penurunan dalam jangka pendek, emas tetap dianggap sebagai instrumen investasi yang relatif aman dan tahan inflasi. Investor yang memantau harga secara rutin dapat memanfaatkan selisih antara harga jual dan buyback untuk mengoptimalkan keuntungan. Bagi yang berencana menambah atau menurunkan posisi emas, penting untuk mempertimbangkan faktor makroekonomi, kebijakan pajak, serta perbandingan harga antar produk logam mulia.

Secara keseluruhan, penurunan harga Antam pada 15 Mei 2026 mencerminkan respons pasar terhadap kondisi global dan domestik. Dengan pemahaman yang tepat, investor dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dalam mengelola portofolio logam mulia mereka.