Harga BBM di ASEAN Meningkat: Indonesia Masih Termurah? Simak Perbandingan Lengkap!
Harga BBM di ASEAN Meningkat: Indonesia Masih Termurah? Simak Perbandingan Lengkap!

Harga BBM di ASEAN Meningkat: Indonesia Masih Termurah? Simak Perbandingan Lengkap!

LintasWarganet.com – 31 Maret 2026 | Harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi sorotan regional setelah penutupan Selat Hormuz menambah tekanan pada pasokan minyak dunia. Konflik geopolitik di Timur Tengah mempercepat kenaikan harga minyak mentah, memaksa negara‑negara ASEAN menyesuaikan tarif BBM mereka. Di tengah situasi itu, Indonesia masih mencatatkan harga paling bersahabat bagi konsumen domestik. Berikut rangkaian data terkini dan analisis dampaknya.

Perbandingan Harga BBM di ASEAN

Negara Jenis BBM Harga (Rp/Liter)
Vietnam RON 95 15.678
Vietnam RON 92 (E5) 18.088
Vietnam Solar 22.840
Thailand Gasohol E85 12.833
Thailand Gasohol E20 14.520
Thailand Gasohol 91 16.917
Thailand Gasohol 95 17.108
Thailand Bensin (Petrol) 21.559
Thailand Super Power Diesel 23.112
Thailand Super Power Gasohol 95 21.766
Singapura RON 95 28.359
Singapura RON 92 37.964
Singapura RON 98 45.082
Singapura Solar 34.394
Malaysia RON 97 19.199
Malaysia RON 95 (Pertalite setara) 8.396
Malaysia Solar 19.923
Filipina RON 91 15.843
Filipina RON 95 16.263
Filipina RON 100 19.017
Filipina Solar 15.870
Indonesia Pertalite 10.000
Indonesia Solar (subsidi) 6.800
Indonesia Pertamax (RON 92) 12.300
Indonesia Pertamax Green (RON 95) 12.900
Indonesia Pertamax Turbo (RON 98) 13.100
Indonesia Dexlite 14.200
Indonesia Pertamina Dex 14.500

Data di atas menunjukkan bahwa Indonesia berada di antara negara dengan tarif termurah, terutama berkat kebijakan subsidi pada Pertalite dan Solar. Malaysia, meski memiliki subsidi yang lebih besar, menempatkan harga RON 95 di level terendah di kawasan, namun subsidi tersebut menimbulkan beban fiskal yang signifikan.

Faktor-faktor Pemicu Kenaikan Harga

  • Gangguan pasokan global: Penutupan Selat Hormuz menghambat aliran minyak mentah, meningkatkan harga acuan internasional.
  • Ketegangan geopolitik: Konflik Iran‑Israel‑AS menambah ketidakpastian pasar, memaksa negara‑negara importir menyesuaikan tarif.
  • Nilai tukar: Fluktuasi rupiah terhadap dolar AS memengaruhi harga impor bahan bakar non‑subsidi.

Ekonom Wisnu Wibowo (Universitas Airlangga) menilai lonjakan harga BBM non‑subsidi di Indonesia berada dalam kisaran 5‑10 % karena penyesuaian mengikuti harga pasar dunia. Prediksi kenaikan tersebut diperkirakan berlaku mulai 1 April 2026, sejalan dengan kebijakan penyesuaian harga yang diumumkan oleh Menteri BUMN Bahlil.

Reaksi Pemerintah dan Dampak pada Konsumen

Meski harga non‑subsidi naik, pemerintah tetap mempertahankan tarif subsidi pada Pertalite dan Solar untuk melindungi daya beli masyarakat. Kebijakan ini dianggap berhasil menahan inflasi energi domestik, meskipun menambah beban pada APBN. Bahlil menegaskan bahwa subsidi akan terus dijaga selagi harga minyak dunia berada di atas US$115 per barel.

Di sisi lain, negara‑negara tanpa subsidi kuat, seperti Singapura, menghadapi tarif di atas Rp45.000 per liter untuk RON 98, menjadikannya pasar BBM termahal di ASEAN. Konsumen di sana harus menanggung beban biaya transportasi yang lebih tinggi, yang pada gilirannya memengaruhi harga barang dan jasa.

Prospek Kedepan

Jika ketegangan di Timur Tengah berlanjut, harga minyak dunia dapat melampaui US$120 per barel, memperbesar tekanan pada tarif BBM di seluruh kawasan. Indonesia diperkirakan akan tetap berada di posisi relatif stabil berkat kebijakan subsidi dan penyesuaian bertahap. Namun, beban fiskal subsidi harus dikelola agar tidak menggerogoti ruang anggaran untuk pembangunan infrastruktur dan energi terbarukan.

Secara keseluruhan, meskipun seluruh ASEAN mengalami kenaikan tarif BBM, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan harga paling terjangkau di wilayah tersebut. Kebijakan energi nasional yang menggabungkan subsidi selektif dan penyesuaian harga berbasis pasar tampaknya menjadi kunci menjaga kestabilan ekonomi domestik di tengah gejolak pasar energi global.