GoTo Kantongi Restu Buyback Saham Rp 3,5 Triliun, Pemegang Saham Pertahankan Susunan Komisaris dan Direksi
GoTo Kantongi Restu Buyback Saham Rp 3,5 Triliun, Pemegang Saham Pertahankan Susunan Komisaris dan Direksi

GoTo Kantongi Restu Buyback Saham Rp 3,5 Triliun, Pemegang Saham Pertahankan Susunan Komisaris dan Direksi

LintasWarganet.com – 18 Juni 2026 | GoTo Gojek Tokopedia (GoTo) menerima persetujuan dari para pemegang saham untuk melaksanakan program buyback saham senilai sekitar Rp 3,5 triliun. Keputusan ini diambil dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang berlangsung pada akhir pekan lalu.

Program buyback direncanakan akan dilaksanakan selama periode enam bulan ke depan, dengan tujuan utama meningkatkan likuiditas saham, menyeimbangkan struktur kepemilikan, serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham yang masih memegang saham perusahaan.

Sebagai bagian dari keputusan RUPS, para pemegang saham juga menyetujui agar susunan komisaris dan direksi tetap dipertahankan. Hal ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap kepemimpinan saat ini, yang dipimpin oleh CEO Kevin Aluwi dan Nadiem Makarim, serta dewan komisaris yang dipimpin oleh Rachmat Gobel.

Berikut rangkuman utama keputusan RUPS:

  • Buyback saham senilai Rp 3,5 triliun.
  • Pelaksanaan buyback selama enam bulan, dengan mekanisme penawaran terbuka di pasar.
  • Susunan komisaris dan direksi tidak mengalami perubahan.
  • Penggunaan dana buyback berasal dari kas internal perusahaan dan fasilitas kredit jangka pendek.

Para analis pasar menilai langkah buyback ini dapat memberikan sinyal positif terhadap prospek pertumbuhan GoTo, terutama mengingat perusahaan masih berada dalam fase ekspansi layanan digital dan e‑commerce. Dengan mempertahankan tim manajemen yang sama, perusahaan diharapkan dapat melanjutkan strategi integrasi ekosistem digital, memperkuat sinergi antara layanan transportasi, pembayaran, dan marketplace.

Reaksi pasar saham pada hari setelah RUPS menunjukkan kenaikan harga saham GoTo, mencerminkan optimism investor atas langkah strategis ini. Namun, beberapa pakar memperingatkan bahwa efektivitas buyback sangat bergantung pada kinerja operasional perusahaan ke depan dan kemampuan menghasilkan arus kas yang stabil.

Keputusan ini juga menegaskan komitmen GoTo dalam mengelola tata kelola perusahaan yang transparan dan responsif terhadap kepentingan pemegang saham, sekaligus menyiapkan landasan bagi pertumbuhan jangka panjang dalam industri teknologi yang kompetitif.