ESDM Targetkan Finalisasi Pra-FS 13 Proyek Hilirisasi pada Juli 2026
ESDM Targetkan Finalisasi Pra-FS 13 Proyek Hilirisasi pada Juli 2026

ESDM Targetkan Finalisasi Pra-FS 13 Proyek Hilirisasi pada Juli 2026

LintasWarganet.com – 12 Juni 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan selesainya studi pra‑kelayakan (Pra‑FS) untuk 13 proyek hilirisasi energi senilai total sekitar Rp239 triliun pada akhir Juli 2026. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sektor energi, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Proyek‑proyek yang masuk dalam daftar tersebut mencakup beragam jenis hilirisasi, antara lain pembangkit listrik tenaga panas bumi, pabrik petrokimia, fasilitas pengolahan batu bara, serta instalasi energi terbarukan. Berikut rangkuman singkat masing‑masing proyek:

No Jenis Proyek Investasi (Rp Triliun) Lokasi Utama
1 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi 30 Jawa Barat
2 Petro‑kimia & Refinery 45 Riau
3 Pengolahan Batu Bara 28 Sumatera Selatan
4 Fasilitas LNG 35 Kalimantan Timur
5 Energi Surya Skala Besar 12 Jawa Tengah
6 Bio‑fuel & Pembangkit Biomassa 10 Sulawesi Selatan
7 Hydrogen Green Production 8 Banten
8 Proyek CCS (Carbon Capture) 6 Riau
9 Pembangkit Listrik Tenaga Air 5 Sumatera Utara
10 Fasilitas Pengolahan Gas Asli 15 Kalimantan Selatan
11 Power‑to‑X 7 Jawa Timur
12 Smart Grid Infrastructure 4 Seluruh Indonesia
13 Pengembangan Energi Panas Laut 4 Papua

Beberapa poin penting yang disorot oleh Kementerian antara lain:

  • Penetapan jadwal yang terintegrasi, dengan fase persiapan, studi kelayakan, dan izin lingkungan selesai sebelum akhir 2026.
  • Peningkatan peran sektor swasta melalui skema kemitraan publik‑swasta (PPP) serta penyediaan insentif fiskal.
  • Penerapan standar lingkungan yang ketat, termasuk rencana penurunan emisi karbon sebesar 20 % dibandingkan proyek sejenis sebelumnya.
  • Penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui program pelatihan teknis dan kerja sama dengan lembaga pendidikan.

Target penyelesaian Pra‑FS diharapkan dapat mempercepat proses perizinan dan mengamankan pendanaan, sehingga proyek‑proyek hilirisasi dapat memasuki fase konstruksi pada tahun 2027. Pemerintah menilai bahwa realisasi tepat waktu akan berkontribusi signifikan pada pencapaian target energi nasional, terutama dalam meningkatkan nilai tambah ekspor energi hingga 2028.

Dengan total investasi sebesar Rp239 triliun, proyek‑proyek ini diproyeksikan menciptakan lebih dari 150 000 lapangan kerja langsung dan tak langsung, sekaligus menambah penerimaan negara melalui pajak dan royalti. ESDM menegaskan komitmen untuk terus memantau progres tiap proyek dan menyesuaikan kebijakan guna mengatasi tantangan yang muncul.