EKRAF Tumbuh, Industri Game Indonesia Diprediksi Capai Rp 26,9 Triliun
EKRAF Tumbuh, Industri Game Indonesia Diprediksi Capai Rp 26,9 Triliun

EKRAF Tumbuh, Industri Game Indonesia Diprediksi Capai Rp 26,9 Triliun

LintasWarganet.com – 27 Juni 2026 | Ekonomi Kreatif (EKRAF) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan, terutama pada sektor game yang kini diproyeksikan mencapai nilai pasar sebesar Rp 26,9 triliun.

Berbagai faktor mendorong percepatan ini, antara lain adopsi metode pembayaran digital, meningkatnya penetrasi internet, serta dukungan kebijakan pemerintah yang mempermudah ekspansi pengembang ke pasar internasional.

Faktor utama yang mempercepat pertumbuhan industri game

  • Peningkatan penggunaan e‑wallet dan pembayaran berbasis QR Code yang memudahkan transaksi dalam aplikasi.
  • Penetrasi internet yang meluas ke daerah‑daerah terpencil, menambah basis pemain.
  • Dukungan institusional melalui program hibah dan pelatihan bagi pengembang lokal.
  • Kolaborasi lintas negara yang memungkinkan studio Indonesia mengakses pasar global.

Proyeksi nilai pasar 2023‑2026

Tahun Nilai Pasar (Rp Triliun)
2023 15,2
2024 19,8
2025 23,5
2026 26,9

Proyeksi tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap potensi monetisasi melalui model free‑to‑play, in‑app purchase, serta iklan yang semakin terintegrasi.

Pengembang game Indonesia kini tidak hanya fokus pada pasar domestik, melainkan juga menargetkan konsumen di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Ekspansi ini didukung oleh kemampuan adaptasi teknologi terbaru seperti cloud gaming dan real‑time ray tracing.

Meskipun prospek sangat menjanjikan, tantangan tetap ada, termasuk persaingan ketat dengan studio luar negeri, kebutuhan akan tenaga kerja terampil, serta perlindungan hak kekayaan intelektual yang masih berkembang.

Secara keseluruhan, pertumbuhan EKRAF dan dinamika industri game Indonesia menandai era baru bagi ekonomi digital Tanah Air, dengan harapan nilai pasar mencapai Rp 26,9 triliun pada akhir 2026.