Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh 5,54% pada Kuartal I 2026, Pemerintah Diminta Perhatikan Penurunan Daya Beli
Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh 5,54% pada Kuartal I 2026, Pemerintah Diminta Perhatikan Penurunan Daya Beli

Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh 5,54% pada Kuartal I 2026, Pemerintah Diminta Perhatikan Penurunan Daya Beli

LintasWarganet.com – 14 April 2026 | Bank Indonesia memperkirakan perekonomian Indonesia akan mencatat pertumbuhan sebesar 5,54 persen pada kuartal pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan momentum positif dibandingkan kuartal sebelumnya, namun para ekonom mengingatkan adanya tanda-tanda pelemahan daya beli masyarakat yang dapat mengancam keberlanjutan pertumbuhan.

Ekonom senior dari lembaga riset independen menyoroti beberapa indikator yang perlu menjadi fokus kebijakan:

  • Inflasi pangan: Kenaikan harga beras dan sayuran utama masih di atas target bank sentral.
  • Pendapatan riil: Kenaikan upah tidak sebanding dengan inflasi, menyebabkan penurunan daya beli.
  • Pengeluaran rumah tangga: Penurunan persentase pengeluaran pada barang tahan lama menandakan sikap berhati-hati konsumen.

Untuk menanggulangi isu tersebut, para pakar merekomendasikan langkah-langkah berikut:

  1. Penguatan kebijakan subsidi pangan yang tepat sasaran.
  2. Penyesuaian tarif pajak konsumsi guna mengurangi beban rumah tangga berpenghasilan menengah ke bawah.
  3. Peningkatan investasi dalam infrastruktur energi terbarukan untuk menurunkan biaya produksi.
  4. Peningkatan upah minimum regional yang selaras dengan inflasi.

Jika kebijakan tersebut diimplementasikan secara konsisten, diperkirakan tekanan pada daya beli dapat berkurang, memungkinkan pertumbuhan ekonomi tetap berada di atas 5 persen dalam jangka menengah.

Pemerintah diharapkan mengintegrasikan data indikator mikroekonomi ke dalam perencanaan fiskal, sehingga kebijakan moneter dan fiskal dapat bersinergi dalam menjaga stabilitas harga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.