Ekonom Tekankan Pentingnya Sistem Verifikasi Real-Time untuk Cegah Under-Invoicing
Ekonom Tekankan Pentingnya Sistem Verifikasi Real-Time untuk Cegah Under-Invoicing

Ekonom Tekankan Pentingnya Sistem Verifikasi Real-Time untuk Cegah Under-Invoicing

LintasWarganet.com – 29 Mei 2026 | Peneliti Senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Ishak Razak, mengingatkan bahwa praktik under‑invoicing masih menjadi celah utama dalam penghindaran pajak di Indonesia. Menurutnya, data transaksi impor dan ekspor yang belum terintegrasi secara real‑time memudahkan pelaku usaha menurunkan nilai faktur guna mengurangi beban bea masuk dan pajak.

Razak menilai pemerintah perlu membangun platform verifikasi nilai faktur secara langsung pada saat dokumen bea cukai diajukan. Sistem tersebut harus mampu membandingkan data deklarasi dengan informasi pasar, nilai tukar, dan harga komoditas yang tercatat di basis data resmi. Dengan algoritma deteksi anomali, potensi perbedaan nilai dapat diidentifikasi secara otomatis, sehingga petugas dapat melakukan pemeriksaan lanjutan sebelum barang dilepas di pelabuhan.

Beberapa langkah yang diusulkan antara lain:

  • Mengintegrasikan sistem Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan data perbankan, bea masuk, serta platform e‑procurement pemerintah.
  • Menggunakan teknologi blockchain untuk mencatat jejak faktur secara tidak dapat diubah.
  • Mengimplementasikan kecerdasan buatan yang dapat mempelajari pola harga historis dan menandai outlier secara real‑time.

Selain meningkatkan kepatuhan pajak, sistem verifikasi real‑time diharapkan dapat menurunkan beban administrasi bagi pelaku usaha yang patuh. Dengan proses yang lebih transparan, risiko penundaan clearance barang juga dapat diminimalisir.

Pemerintah telah menyatakan komitmen untuk memperkuat mekanisme pengawasan pajak pada tahun anggaran mendatang, termasuk alokasi anggaran untuk pengembangan infrastruktur digital di bidang kepabeanan. Namun, Razak menekankan bahwa keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada koordinasi lintas lembaga serta kesiapan sumber daya manusia yang terlatih dalam analisis data.

Jika diterapkan secara konsisten, sistem verifikasi real‑time berpotensi menutup celah yang selama ini dimanfaatkan oleh sejumlah perusahaan untuk melakukan under‑invoicing, sehingga penerimaan negara dari sektor pajak dapat meningkat secara signifikan.