Ekonom INDEF: Kenaikan BI Rate menjadi 5,50% Dinilai Langkah Realistis
Ekonom INDEF: Kenaikan BI Rate menjadi 5,50% Dinilai Langkah Realistis

Ekonom INDEF: Kenaikan BI Rate menjadi 5,50% Dinilai Langkah Realistis

LintasWarganet.com – 09 Juni 2026 | Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Ekonom dari Institut Riset Ekonomi dan Keuangan (INDEF) menilai langkah tersebut realistis mengingat kondisi ekonomi domestik saat ini.

  • Menguatkan nilai tukar rupiah di tengah tekanan nilai tukar global.
  • Menjaga laju inflasi tetap berada dalam target yang ditetapkan pemerintah.
  • Mendukung daya beli konsumen agar tetap kuat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Stabilitas nilai tukar dianggap penting karena fluktuasi yang signifikan dapat menambah beban biaya impor, terutama bahan baku dan energi. Dengan suku bunga yang lebih tinggi, arus modal asing cenderung mengalir kembali ke pasar domestik, sehingga memperkuat rupiah.

Di sisi lain, inflasi yang masih berada di atas target jangka pendek menuntut kebijakan moneter yang lebih ketat. Kenaikan suku bunga diharapkan dapat menurunkan tekanan permintaan agregat tanpa mengorbankan pertumbuhan konsumsi, karena pendapatan rumah tangga masih relatif stabil.

INDEF juga menekankan bahwa kebijakan ini harus diikuti dengan langkah-langkah struktural, antara lain peningkatan produktivitas, penguatan rantai pasokan dalam negeri, dan pengendalian harga pangan. Kombinasi kebijakan moneter dan fiskal yang terkoordinasi diyakini dapat menstabilkan harga dan menjaga momentum pemulihan ekonomi pasca‑pandemi.

Secara keseluruhan, kenaikan BI Rate menjadi 5,50 persen dipandang sebagai respons yang proporsional terhadap tantangan eksternal dan domestik, sekaligus memberikan sinyal komitmen otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi.