Dorong Kemandirian Industri, BRIN Kembangkan Teknologi Minyak Atsiri

LintasWarganet.com – 16 April 2026 | Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan inisiatif baru untuk mengembangkan teknologi pemurnian minyak atsiri, sebuah langkah strategis dalam rangka meningkatkan kemandirian industri nasional. Minyak atsiri, yang banyak dipakai dalam industri farmasi, kosmetik, makanan, dan parfum, selama ini masih banyak diimpor, sehingga menimbulkan ketergantungan pada pasar luar negeri.

Tim peneliti BRIN, yang dipimpin oleh Dr. Ahmad Ridwan, memfokuskan riset pada proses ekstraksi dan pemurnian yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan dapat diimplementasikan di skala industri kecil menengah (IKM). Metode yang dikembangkan menggabungkan teknik distilasi vakum dengan penggunaan membran selektif, yang memungkinkan pemisahan senyawa aktif dengan tingkat kemurnian hingga 98%.

Berikut tahapan utama dalam pengembangan teknologi tersebut:

  • Studi kelayakan: Analisis bahan baku lokal, seperti serai, kayu manis, dan cengkeh, serta potensi produksi tahunan.
  • Riset laboratorium: Optimasi parameter suhu, tekanan, dan waktu distilasi untuk memaksimalkan yield.
  • Pembuatan prototipe: Pembangunan unit pilot berkapasitas 500 liter dengan kontrol otomatis.
  • Uji coba industri: Kolaborasi dengan tiga perusahaan IKM di Jawa Barat untuk menguji kestabilan kualitas produk akhir.
  • Komersialisasi: Penyusunan standar nasional dan sertifikasi halal untuk memperluas pasar domestik dan ekspor.

BRIN menargetkan bahwa dalam dua tahun ke depan, teknologi ini akan tersedia bagi pelaku industri melalui program subsidi dan pelatihan teknis. Pemerintah juga berencana menyediakan insentif pajak bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi ramah lingkungan ini.

Manfaat yang diharapkan meliputi penurunan biaya produksi hingga 30%, pengurangan emisi karbon, serta penciptaan lapangan kerja baru di sektor pertanian dan manufaktur. Selain itu, dengan meningkatkan nilai tambah produk lokal, Indonesia dapat memperkuat posisi tawar di pasar global minyak atsiri.

Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam hal penyediaan bahan baku yang konsisten dan peningkatan kapasitas produksi di daerah terpencil. Untuk mengatasi hal ini, BRIN berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait pengembangan kebun perkebunan aromatik bersertifikasi.