Dorong Ekonomi Hijau, Koperasi Bakal Jadi Pengumpul Utama Minyak Jelantah untuk Bioavtur
Dorong Ekonomi Hijau, Koperasi Bakal Jadi Pengumpul Utama Minyak Jelantah untuk Bioavtur

Dorong Ekonomi Hijau, Koperasi Bakal Jadi Pengumpul Utama Minyak Jelantah untuk Bioavtur

LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam rangka memperkuat ekonomi hijau dengan menugaskan koperasi sebagai pengumpul utama minyak jelantah. Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya mengembangkan bioavtur—bahan bakar penerbangan berbasis biomassa—yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menurunkan emisi karbon.

Minyak jelantah, yang biasanya menjadi limbah dari dapur rumah tangga dan industri makanan, memiliki potensi energi yang signifikan bila diproses menjadi bioavtur. Dengan memanfaatkan sumber daya yang selama ini terbuang, Indonesia dapat menciptakan rantai pasok energi berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku koperasi di seluruh wilayah.

Peran Koperasi dalam Rantai Pasok Bioavtur

  • Pengumpulan: Koperasi akan menjadi titik masuk utama bagi minyak jelantah yang dikumpulkan dari rumah tangga, restoran, hotel, dan industri pengolahan makanan.
  • Penyimpanan dan Pengolahan Awal: Setelah terkumpul, minyak akan disimpan dalam fasilitas yang memenuhi standar keamanan dan kebersihan, serta dilakukan penyaringan awal untuk menghilangkan kotoran.
  • Transportasi: Koperasi bertanggung jawab mengirimkan minyak jelantah ke pabrik bioavtur yang telah ditunjuk, memastikan kualitas tetap terjaga selama proses pengiriman.
  • Kontrol Kualitas: Setiap batch minyak akan diuji secara laboratorium untuk memastikan kandungan asam lemak, kadar air, dan kontaminan lain sesuai dengan standar produksi bioavtur.

Target Produksi Bioavtur Nasional

Tahun Volume Minyak Jelantah Terpakai (juta liter) Produksi Bioavtur (juta liter)
2024 150 30
2025 250 55
2026 400 95

Target di atas mencerminkan peningkatan tahunan yang signifikan, sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mencapai 20% bahan bakar aviasi berasal dari sumber terbarukan pada tahun 2030.

Selain manfaat lingkungan, inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi melalui pendapatan tambahan dari penjualan minyak jelantah. Pemerintah juga menyiapkan insentif berupa subsidi operasional dan pelatihan teknis untuk memastikan koperasi dapat menjalankan tugasnya secara efisien.

Dengan mengintegrasikan koperasi ke dalam rantai pasok bioavtur, Indonesia tidak hanya memperkuat ekonomi hijau, tetapi juga menciptakan model bisnis yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.