Disnakertrans Banten Dukung Pengembangan SMK Selaras Industri
Disnakertrans Banten Dukung Pengembangan SMK Selaras Industri

Disnakertrans Banten Dukung Pengembangan SMK Selaras Industri

LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terintegrasi dengan kebutuhan industri. Langkah ini merupakan bagian dari program percontohan yang bertujuan meningkatkan kualitas lulusan, mempercepat penempatan kerja, serta menutup kesenjangan antara kompetensi pendidikan dan permintaan pasar kerja.

Program percontohan akan dilaksanakan di sejumlah SMK unggulan di Banten, dengan melibatkan perusahaan-perusahaan lokal sebagai mitra strategis. Kegiatan utama meliputi penyusunan kurikulum berbasis kompetensi, pelatihan guru, penyediaan fasilitas laboratorium modern, serta magang industri bagi siswa.

Fokus Utama Program

  • Kurikulum Terpadu: Penyusunan mata pelajaran yang mengacu pada standar kompetensi kerja serta sertifikasi industri.
  • Pelatihan Praktik: Guru dan tenaga kependidikan mendapatkan pelatihan intensif di perusahaan mitra untuk menguasai teknologi terbaru.
  • Fasilitas Laboratorium: Investasi pada peralatan dan mesin yang sesuai dengan kebutuhan produksi di sektor manufaktur, logistik, dan teknologi informasi.
  • Magang dan Penempatan Kerja: Siswa menjalani program magang selama tiga hingga enam bulan, diikuti oleh proses rekrutmen langsung oleh perusahaan.

Disnakertrans menargetkan bahwa dalam tiga tahun ke depan, persentase lulusan SMK Banten yang berhasil memperoleh pekerjaan atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dapat meningkat hingga 30 persen. Selain itu, diharapkan tercipta ekosistem pembelajaran yang responsif terhadap dinamika pasar, sehingga industri lokal dapat memperoleh tenaga kerja terampil yang siap pakai.

Untuk memastikan keberlanjutan, pemerintah provinsi akan menyediakan dana hibah, sementara sektor swasta berkontribusi melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) dan program beasiswa. Pengawasan pelaksanaan program akan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari perwakilan Disnakertrans, Dinas Pendidikan, dan asosiasi industri terkait.