Dindik Banyumas: Perlu Penanganan Serius terhadap Anak Tidak Sekolah
Dindik Banyumas: Perlu Penanganan Serius terhadap Anak Tidak Sekolah

Dindik Banyumas: Perlu Penanganan Serius terhadap Anak Tidak Sekolah

LintasWarganet.com – 03 April 2026 | Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, Amrin Ma’ruf, menekankan pentingnya penanganan yang serius terhadap anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan formal di daerahnya. Berdasarkan data internal Dindik, terdapat sekitar 3.200 anak berusia 7 hingga 15 tahun yang belum terdaftar di sekolah pada tahun ajaran ini.

Beberapa faktor utama yang menyebabkan tingginya angka putus sekolah di Banyumas antara lain:

  • Keterbatasan akses transportasi ke sekolah, terutama di wilayah pedesaan dan daerah terpencil.
  • Kondisi ekonomi keluarga yang memaksa anak terlibat dalam pekerjaan informal atau membantu usaha keluarga.
  • Kurangnya pemahaman orang tua tentang pentingnya pendidikan berkelanjutan.
  • Fasilitas pendidikan yang belum merata, seperti kurangnya tenaga pengajar dan infrastruktur yang memadai.

Amrin Ma’ruf mengusulkan serangkaian langkah strategis untuk menurunkan angka anak tidak sekolah, antara lain:

  1. Mengoptimalkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dengan menambah bantuan transportasi bagi siswa di daerah terpencil.
  2. Melakukan pendataan rumah tangga secara periodik untuk mengidentifikasi anak berisiko putus sekolah.
  3. Menggandeng lembaga swadaya masyarakat dan sektor swasta untuk menyediakan beasiswa atau program kerja sambil belajar.
  4. Menambah pelatihan bagi orang tua tentang manfaat jangka panjang pendidikan bagi kesejahteraan keluarga.
  5. Membangun atau memperbaiki fasilitas sekolah, termasuk ruang kelas, perpustakaan, dan akses internet.

Pemerintah Kabupaten Banyumas juga berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi antar‑instansi, seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Badan Penanggulangan Bencana, guna menciptakan jaringan perlindungan yang komprehensif bagi anak-anak yang rentan.

Dengan pendekatan holistik dan kolaboratif, Dindik berharap dapat menurunkan jumlah anak tidak sekolah secara signifikan dalam dua tahun ke depan, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Banyumas.